Kata SMAN 8 Yogya soal Siswanya yang Lepas Jilbab saat Pengukuhan Paskibraka
·waktu baca 3 menit

Pihak Sekolah dari Keynina Evelyn Candra, salah satu anggota paskibraka yang mewakili DIY untuk pengibaran bendera di Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga saat ini belum mendapatkan laporan resmi terkait polemik pencopotan jilbab yang dialami salah satu siswanya.
Waka Kesiswaan SMAN 8 Yogyakarta, Slamet Nugroho menyampaikan jika pihak tak tahu secara pasti terkait masalah tersebut.
"Sekolah sampai sekarang belum ada pemberitahuan secara resmi baik dari panitia terkait maupun tim kesbangpol DIY maupun Yogyakarta," katanya Slamet saat ditemui di Komplek Kepatihan Pemda DIY, Danurejan, Yogyakarta, Kamis (15/8/2024).
Dirinya mengaku hanya mendapatkan informasi tersebut dari media sosial yang secara kencang menjadi perhatian dari banyak pihak. Pasalnya, pelarangan tersebut juga dialami anggota paskibraka nasional lainnya yang juga berjilbab.
Salah satu siswi SMAN 8 Yogyakarta tersebut hingga saat ini belum bisa dihubungi pihak sekolah karena masih dalam proses karantina untuk persiapan pengibaran bendera.
Pihak menyampaikan menyampaikan jika permasalahan pelarangan jilbab tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah.
"Kalau sekolah dari dulu memperbolehkan jilbab, bahkan untuk Paskibra sendiri diperkenankan,"katanya.
"Bahkan, yang tahun kemarin tidak ada masalah apapun, alias sudah banyak yang menggunakan jilbab," imbuhnya.
Aturan penggunaan jilbab menurutnya merupakan hak atas keyakinan masing masing siswa dan tidak perlu ada hal yang memaksakan.
"Kami tidak bisa memaksa untuk mempertahankan tetap mengenakan jilbab, namun misalnya anaknya itu terpaksa, alangkah baiknya kami meminta kepada pemerintah atau pihak pihak terkait agar anak itu tetap mengenakan (jilbab), karena itu hak mereka," jelasnya.
Ia menyampaikan, jika SMAN 8 Yogyakarta tidak pernah melakukan diskriminasi kepada siswa. Bahkan sekolah tersebut disebutnya memiliki semboyan sebagai institusi pendidikan berlandaskan nilai nasionalisme dan religius.
"Jadi siapapun mereka akan kita layani sesuai agama dan keyakinan mereka masing-masing dan kita tidak ada paksaan apapun,"
"Agama apapun, ras apapun kami terima kami layani terutama dalam menjalankan ibadah setiap siswa-siswi kami " ungkapannya.
Pihak sekolah hingga saat ini juga belum mengetahui pasti apakah informasi pencopotan jilbab tersebut telah sampai kepada orang tua Evelyn
Evelyn sendiri termasuk sebagai siswi yang memiliki potensi sehingga diajukan sekolah sebagai calon anggota Paskibraka.
"Jadi mulai kelas 10 semester 1, semester 2 kita siapkan lalu kita seleksi, ya itu ya hampir 1 tahun," katanya.
SMAN 8 Yogyakarta sendiri termasuk konsisten dengan berhasil mengirimkan perwakilannya sebagai pengibar bendera, baik di tingkat Kota, Provinsi, hingga nasional.
Slamet menyebut meskipun SMAN 8 Yogyakarta berhasil mengirimkan perwakilannya sebagai anggota Paskibraka di berbagai tingkat, namun terdapat penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada seleksi tahun ini saja kita merosot, kemarin itu 10 paskibra baik di tingkat Kota, Provinsi, maupun nasional," jelasnya.
"Nah tahun ini SMAN 8 perwakilan untuk Kota Yogyakarta 1 anak, Provinsi 1 anak, Nasional 1 anak. 3 tahun berturut-turut kami mengirim ke tingkat nasional," jelasnya. (Hadid Husaini).
