Kaum Muda di Jogja Diajak Lestarikan Budaya Jawa
·waktu baca 2 menit

Berbagai pihak berupaya untuk melestarikan budaya dan sastra Jawa. Generasi muda di Yogyakarta diajak untuk berkenalan dengan budaya Jawa. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta gelar sederet program sebagai upaya untuk lestarikan budaya dan sastra Jawa di Yogyakarta. Harapannya, generasi muda bisa melestarikan warisan budaya agar eksistensi bahasa, sastra dan aksara Jawa terus dilestarikan.
Salah satunya adalah dengan lomba Bahasa dan Sastra Jawa untuk kaum muda. Kaum muda diajak untuk mengikuti lomba macapat, lomba maca cerkak, lomba alih aksara, dan lomba geguritan.
"Harapannya kegiatan ini dapat menanamkan rasa cinta terhadap bahasa dan sastra Jawa pada kaum milenial," ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, dalam keterangan yang diterima, Selasa (23/8/2022).
Ia menambahkan pada tahun 2021 lalu, Kota Yogyakarta berhasil meraih juara umum pada penyelenggaraan Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat DIY.
"Tentunya prestasi ini tak lepas dari cinta, kekuatan dan dukungan dari semua pihak, untuk ikut handarbeni dan saiyeg saeka praya dalam pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan bahasa dan budaya Jawa bersama seluruh masyarakat Kota Yogyakarta," ujarnya.
Dewan Kebudayaan Kota Yogya, Paksi Raras Alit mengungkapkan, lomba ini dibutuhkan kriteria ketepatan, kerapian dan estetika. Pihaknya sangat antusias melihat generasi muda yang semangatnya luar biasa.
"Senang partisipasi warga luar biasa, paling tidak aksara jawa tidak perlu dikhawatirkan karena banyak anak muda yang menyukainya," ujarnya.
Menurutnya, yang perlu ditambah adalah media aksara jawa dan bahasa jawa berbentuk gambar agar generasi muda lebih familiar melihatnya.
''Anak usia dini ketemu aksara Jawa dan bahasa Jawa tetapi tidak disekolah melainkan ditempat umum, itu efektif membiasakan anak melihat dan membaca sehingga cepat dihafal. Namun ini butuh proses dan biaya," jelasnya.
