Konten Media Partner

Kegiatan Jumat Ngopi Jadi Upaya Tingkatkan UMKM Kopi di Temanggung

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama masyarakat  minum kopi bersama dalam peringatan Hari Kopi Sedunia di tengah Kebun Kopi Setundan, Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang, Jumat (2/10/2020). Foto: ari/Tugu Johja
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq bersama masyarakat minum kopi bersama dalam peringatan Hari Kopi Sedunia di tengah Kebun Kopi Setundan, Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang, Jumat (2/10/2020). Foto: ari/Tugu Johja

Sebagai wilayah penghasil kopi, memperingati Hari Kopi Sedunia menjadi semacam keharusan bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Maka Ngopi Bareng dijadikan puncak peringatan Hari Kopi yang di gelar di tengah Kebun Kopi Setundan, Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang.

Pada kegiatan ini diikuti oleh pejabat, pegiat kopi, dan masyarakat umum, dengan suguhan sejumlah makanan tradisional dan makana nrakyat seperti kacang godog, ketelah rebus. Selain itu, juga diisi dengan diskusi seputar kopi oleh para pegiat kopi.

Camat Gemawang Marlini Siregar mengatakan, acara ngopi bareng ini merupakan salah satu kegiatan yang diharapankan bisa meningkatkan produk kopi lokal Temanggung yang banyak melahirkan para pelaku UMKM. Apalagi kopi Temanggung ini secara kualitas masuk jajaran kopi terbaik di dunia baik untuk robusta maupun arabikanya.

"Hari ini sekalian memperingati Hari Kopi Sedunia yang berlangsung 1 Oktober kemarin. Kegiatan ini juga dalam rangka menyukseskan program 'Jumat ngopi', hari ini kita budayakan kembali. Kegiatan ini juga diharapankan nantinya bisa meningkatkan produk lokal di Kecamatan Gemawang, khususnya dan Kabupaten Temanggung pada umumnya, supaya produk lokal Gemawang bisa dipasarkan lebih luas lagi," katanya, Jumat (2/10/2020).

Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq mengatakan, acara 'Jumat ngopi' yang diwajibkan di wilayahnya, sejak adanya pandemi corona memang sementara tidak dilaksanakan. Sebelum pandemi budaya ngopi sudah mulai ramai di Temanggung dan Jumat Ngopi seolah menjadi sebuah kebiasaan baik di perkantoran pemerintah, swasta hingga di rumah-rumah warga diisi dengan minum kopi bersama kopi lokal.

"Sebelum corona sudah semangat di mana-mana setiap hari Jumat kantor-kantor membuat acara ngopi bareng, sekolah-sekolah gurunya juga ngopi bareng, bank-bank pemerintah dan swasta setiap Jumat sudah mulai ngopi bareng. Bahkan Bank Jateng setiap Jumat pagi ada kopi gratis buat setiap orang yang datang ke bank tersebut. Tapi setelah ada pandemi COVID-19, semua kegiatan ngopi bareng dihentikan karena harus menerapkan protokol kesehatan, terutama jaga jarak," katanya.

Dikatakan, apabila pandemi corona mulai mereda, promosi kopi mulai bergeliat kembali dengan meneruskan kegiatan Jumat wajib ngopi namun tetap mentaati protokol kesehatan. Akan tetapi ia tetap berpesan kepada masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena akhir-akhir ini kasus corona di Kabupaten Temanggung cenderung naik lagi.

"Kopi Temanggung itu kopi paling enak di dunia, makanya dengan kita gelorakan Jumat Wajib Ngopi itu produk kopi lokal akan terdongkrak pembeliannya. Harapannya perekonomian rakyat terangkat dari kopi, tapi memang karena pandemi harus bersabar dulu. Semoga pandemi cepat berlalu agar perekonomian terangkat lagi, pelaku UMKM kembali bergeliat," harapnya. (ari)

adv