Konten Media Partner

Kemenkum HAM Beri Sertifikat Indikasi Geografis Uceng Temanggung

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Uceng Goreng. Foto: adn.
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Uceng Goreng. Foto: adn.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI memberikan sertifikasi idikasi geografis kepada produk olahan makanan uceng Temanggung. Dengan pemberian sertifikat tersebut secara legal formal maka Kabupaten Temaggung berhak memegang paten produk tersebut.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, Slamet Saryono mengatakan, kabar gembira itu karena saat ini produk olahan ikan uceng goreng Temanggung telah ditetapkan menjadi bagian dari makanan khas wilayah lereng Sumbing Sindoro.

"Pada tahun 2019 ini, produk olahan ikan uceng goreng sebagai produk olahan ikan khas Temanggung telah mendapat sertifikasi indikiasi geografis. Sertifikat itu berasal dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM,"ujarnya Minggu (28/7/2019).

Menurut Slamet, adanya pengakuan itu selain kebanggan juga merupakan bagian dari upaya penyelamatan populasi ikan yang beberapa tahun lalu sudah sulit didapatkan di habitat alaminya dan dikhawatirkan menuju kepunahan. Adanya sertifikat indikasi geogarfis ini membuat masyarakat bersemangat mengembangkan serta memelihara habitat alaminya di sungai.

"Sertifikat itu sebagai bentuk perlindungan hukum atas produk olahan ikan uceng Temanggung dan tidak akan mudah lagi ditiru oleh daerah lain. Ya, soalnya di dalam sertifikat itu kan jelas sudah tertera proses pengolahan dan kekhasan produk ikan uceng goreng asal Temanggung,"katanya.

Untuk menambah populasi uceng, sebelumnya Disperikan Kabupaten Temanggung telah melakukan penebaran 5.000 ekor bibit ikan uceng di Sungai Progo. Benih itu merupakan hasil domestikasi dan penangkaran ikan uceng di UPT Balai Benih Ikan Mungseng Temanggung.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengapresiasi penatapan indikasi geografis olahan ikan uceng. Maka selanjutnya, harus terus dipikirkan pembudidayaannya dan berharap uceng bisa menjadi andalan Temanggung bersama dengan produk lain.

"Menjadi kewajiban kita bagaimana menumbuhkan bibit dan menebarkannya di sungai-sungai sehingga uceng bisa tetap terpelihara serta berkembang biak dengan baik. Kalau sudah banyak bisa dipasarkan secara luas tidak mengecewakan konsumen,"katanya. (ari/adn)