Konten Media Partner

Kementerian Kelautan dan Perikanan dan SKK Migas Tandatangani MoU

Tugu Jogjaverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementerian Kelautan dan Perikanan dan SKK Migas Tandatangani MoU
zoom-in-whitePerbesar

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Susi Pudjiastuti menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) Amien Sunaryadi di Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (18/10/2018).

Poin penting dalam MoU tersebut yakni guna terciptanya iklim saling pengertian antara nelayan dan lingkungan hulu migas, sehingga menciptakan keadaan yang lebih aman, kondusif dan saling menguntungkan.

"Itu (MoU) hal yang memang biasa untuk instansi pemerintah untuk melakukan kerjasama supaya sudah ada framenya kita bikin MoU ini," kata Susi usai memberikan pengarahan di Security Summit 2018 di Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (18/10/2018).

Sebab, kata Susi, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memiliki banyak irisan-irisan untuk bidang-bidang program bersama dengan SKK Migas.

"Seperti subsidi BBM untuk nelayan, operasi daripada outsource, dan minyak-minyak yang dilakukan oleh SKK Migas kan juga ada kaitanya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Susi berharap dengan adanya MoU tersebut, kerjasama kedepannya agar lebih mudah. "Mau melakukan kerjasama apapun kalau sudah ada framenya kan lebih gampang," ungkapnta.

Salah satu keuntungan yang didapatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap MoU tersebut yakni adanya bantuan kapal untuk para nelayan.

"(Isi MoU nya) Kalau MoU pasti general, salah satunya kemarin pak Amien sudah janji kalau saya datang (ke Security Summit 2018) saya akan dikasih 10 kapal nelayan sama yang dulu 10 jadi 20 kapal nelayan," bebernya.

Nantinya, bantuan kapal-kapal tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan langsung kepada para nelayan yang berada di Lombok dan Sulawesi Tengah.

"Untuk saya bagikan nanti ke Palu sebagian dan Lombok sebagian, jadi 10-10," pungkasnya. (Nadhir Attamimi/adn)