Ketahanan Digital Perlu Diperkuat di Era Globalisasi
·waktu baca 2 menit

Perkembangan yang teknologi memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Selain didorong memanfaatkan teknologi, masyarakat juga dituntut untuk ambil bagian dalam ketahanan digital.
Untuk meningkatkan ketahanan digital ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi juga swasta maupun masyarakat umum.
“Kita semua harus berkolaborasi untuk mewujudkan ketahanan digital ini, mari kita semua berkolaborasi untuk peningkatan ketahanan digital yang tentunya hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat umum,” jelas Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Yudho Giri Sucahyo, Kamis (25/8/2022).
Kepala PUSINFOLAHTA (Pusat Informasi Pengolah Data) TNI, Brigjen TNI Iwan Sumantri menekankan bahwa pertahanan saat ini bukan hanya pertahanan teritorial (daerah) saja. Tetapi juga pertahanan di dunia digital.
"TNI juga turut berperan dalam mewujudkan ketahanan digital dengan memberikan rasa aman dari para pengguna internet dari segala bentuk ancaman,” tegasnya.
Kementerian Komunikasi dan Informasi RI sendiri juga berupaya untuk meningkatkan ketahanan digital. Salah satunya adalah kewajiban pendaftaran PSE bagi setiap penyelenggara internet.
Selain itu, Kemkominfo RI juga canangkan RUU perlindungan data pribadi. Harapannya masyarakat merasa aman dan nyaman untuk memanfaatkan teknologi digital.
"Hal ini merupakan salah satu tugas pemerintah khususnya Kemenkominfo untuk membentuk ketahanan digital yang aman bagi kita semua,” tutur Plt. Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Kemenkominfo, Teguh Arifiadi.
Berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terjadi peningkatan kebocoran data setiap periode. Masyarakat pun didorong untuk meningkatkan kesadarannya terkait dengan kebocoran data.
Sebelumnya, PANDI mendorong masyarakat untuk semakin menyadari akan pentingnya ketahanan digital di era sekarang ini. Untuk itu, pihaknya menggelar Indonesia Digital Resilience Conference and Expo (ID-RES) dengan tema 'Mewujudkan Ketahanan Digital dan Kedaulatan Internet Indonesia'.
"Kegiatan ini sangat penting bagi kita semua dan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi dan melalui kehadiran PANDI Institute dengan slogan “Living With Technology” diharapkan kita semua dapat siap untuk menyambut perkembangan teknologi ke depannya," kata Yudho.
