Konten Media Partner

Klaster Keluarga di Gunungkidul, Dinkes: Sudah Berhenti

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi COVID-19. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi COVID-19. Foto: Tugu Jogja

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyatakan klaster keluarga yang berasal dari Kapanewon Playen telah berhenti. Klaster yang sebelumnya salah satu sampelnya dikirim ke laboratorium karena dikhawatirkan Omicron sudah tidak ada penambahan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menuturkan klaster keluarga di Kapanewon Playen mereka nyatakan berhenti karena hasil tracing contact yang mereka lakukan telah menunjukkan negatif semuanya. Sehingga total ada 5 orang yang tercatat dalam klaster ini.

"(Klaster) Itu sudah berhenti. Hasil tracing negatif semua," kata Dewi, Minggu (23/1/2022).

Hari Minggu (23/1/2022) ini jumlah warga yang terpapar COVID-19 di Gunungkidul berkurang 1 orang menyusul salah satu pasien dinyatakan sembuh. Pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh adalah warga asal Kapanewon Ponjong.

kumparan post embed

Karena ada yang sembuh 1 orang sehingga jumlah warga Gunungkidul yang dinyatakan COVID-19 aktif saat ini tinggal 9 orang. Ia berharap sudah tidak ada penambahan kasus lagi di wilayah Gunungkidul.

"Mudah-mudahan terus membaik. Semoga terus pada sembuh," ungkapnya.

Pasien COVID-19 aktif saat ini paling banyak dari Kapanewon Playen yang masih mencapai 7 orang. Karena di Kapanewon ini terdapat klaster keluarga. Dua pasien lain masing-masing berasal dari Kapanewon Gedangsari dan Wonosari.

Kini pihaknya masih berusaha melakukan tracing dari dua kasus COVID-19 terbaru yaitu dari Kapanewon Playen dan Gedangsari. Kedua kasus terbaru tersebut muncul pada hari Sabtu (22/1/2022) kemarin.

Secara keseluruhan sejak pandemi COVID-19 melanda Gunungkidul, pihaknya mencatat setidaknya 18.008 orang. Di mana sudah ada 16.996 orang yang dinyatakan sembuh, 1.033 orang meninggal dan yang masih positif 9 orang.