Konten Media Partner

Lestarikan Budaya, Dinas Kebudayaan DIY Luncurkan 414 Agenda Budaya

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (keempat dari kiri) saat mengangkat wayangan sebagai tanda peresmian Agenda Budaya 2020, di Grand Inna Malioboro, Jumat (10/1/2020). Foto: Ayusandra.
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (keempat dari kiri) saat mengangkat wayangan sebagai tanda peresmian Agenda Budaya 2020, di Grand Inna Malioboro, Jumat (10/1/2020). Foto: Ayusandra.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah yang memiliki keistimewaan di Indonesia. Salah satu hal yang membuat DIY istimewa adalah budayanya. Namun, ditengah maraknya budaya asing yang masuk ke DIY, masyarakat mulai mengesampingkan kebudayaan asli.

Di sisi lain, tak sedikit pihak yang berjuang untuk mengupayakan agar budaya jawa tak luntur oleh zaman. Untuk itu, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY merilis agenda budaya 2020 untuk masyarakat serta wisatawan.

“Tahun 2020 kami menyajikan agenda budaya dari Januari hingga Desember dengan total 414 agenda,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Aris Eko Nugroho, saat mengenalkan agenda budaya 2020, di Grand Inna Malioboro, Jumat (10/1/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Aris Eko Nugroho, saat mengenalkan agenda budaya 2020, di Grand Inna Malioboro, Jumat (10/1/2020). Foto: Ayusandra.

Lebih lanjut, ini juga menjadi salah satu upaya Disbud DIY untuk memberikan fasilitas gerakan kebudayaan sebagai wujud keistimewaanDIY. Sehingga, dana keistimewaan (Danais) yang telah diberikan oleh pemerintah pusat mampu mempercepat kemajuan kebudayaan di DIY.

Agenda Budaya 2020 ini dilakukan dengan kolaborasi antara pelaku budaya dan penikmat budaya. Sehingga, transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana keistimewaan bisa tersampaikan.

Hal ini pun mendapat sambutan positif dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwana X. Ia mengatakan bahwa Agenda Kebudayaan perlu dilihat bukan hanya sebagai rangkaian pementasan saja. Namun juga sebagai pemicu gerakan kebudayaan menuju kemuliaan peradaban manusia.

“Kegiatan seni budaya harus punya kaitan kuat antara peradaban manusia. Ironis bila sebagian besar pelaku seni budaya hanya berkutat pada pementasan sementara transformasi nilai hampir tak terjadi atau berjalan sangat lambat,” ujar Sri Sultan HB X.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwana X, saat memberikan sambutan di Grand Inna Malioboro, Jumat (10/1/2020). Foto: Ayusandra.

Sultan HB X mengungkapkan, DIY sebagai daerah yang memiliki keistimewaan senantiasa memiliki stratefi kebudayaan dalam dinamika peradaban. Sehingga, DIY bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan jati diri kebudayaanya.

“Bagaimana kebudayaan kita bisa bergerak dinamis ke arah kebaikan masa depan tanpa harus kehilangan pedoman dan jati diri kebudayaan kita,” tuturnya.