Lomba Bonsai Jadi Upaya Dongkrak Perekonomian Terdampak Pandemi di Temanggung
·waktu baca 3 menit

Masa pandemi corona yang tak kunjung usai membuat perekonomian masyarakat kian terpuruk, terutama dalam dua tahun terakhir, lantaran semua aktivitas dibatasi guna menekan penyebaran virus. Namun demikian, saat ini diperlukan cara kreatif agar perekonomian tetap berjalan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hal itu seperti dilakukan dalam gelaran lomba bonsai kelas nasional di area GOR Bambu Runcing Temanggung, Jawa Tengah. Lomba bonsai digelar namun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, dengan harapan perekonomian masyarakat dari sektor tanaman hobi ini dapat terdongkrak mengingat potensinya sangat bagus.
"Ekonomi masyarakat itu harus tumbuh, maka kita laksanakan kontes bonsai, dan pameran untuk menumbuhkan perekonomian dari sisi industri kreatif perbonsaian. Ini merupakan potensi yang bisa kembangkan di Kabupaten Temanggung, harga bonsai itu bisa sampai jutaan rupiah. Tapi penyelenggaraan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, ini agar ekonomi bisa berjalan tapi aspek kesehatan tetap dilaksanakan," kata pantia lomba bonsai Agus Antikno, Sabtu (19/6/2021).
Dikatakan Agus, selaku penyelenggara menerapkan aturan ketat dalam lomba ini. Protokol kesehatan menjadi acuan utama, termasuk meminta asistensi dari Tim Satgas COVID-19 dan dari Polres. Diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh, tidak berkerumun, dan membawa surat swab antigen.
"Dalam lomba tidak ada yang boleh masuk arena kecuali dewan juri, sebab jangan sampai ada kerumunan. Pada tanggal 16-20 Juni 2021 itu internal jadi di zona kontes itu steril tidak ada pengunjung, bahkan arena kita tutup. Pengirim barang pun harus melalui screening, ada swab antigen,"katanya.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung, Sri Haryanto menuturkan, kontes bonsai ini memang bertujuan meningkatkan ekonomi di masa pandemi dari potensi yang dimiliki Kabupaten Temanggung. Ia berharap dengan cara ini perekonomian masyarakat mulai meningkat, meski tetap tidak boleh abai protokol kesehatan. Bonsai sendiri merupakan salah satu potensi unggulan Temanggung selain tembakau, kopi, dan panili.
"Pada saat kontes tidak boleh ada pengunjung, baru setelah hari penilaian selesai boleh ada pengunjung sampai tanggal 24 Juni. Tapi itu pun dibatasi dengan jam kunjung, dibatasi jumlah, dari kapasitas 700 an hanya dibolehkan 30 persennya, dengan shift dan batas waktu. Akan ada petugas khusus patroli prokes memantau pengunjung,"katanya.
Peserta mayoritas berasal dari Kabupaten Temanggung dan dari berbagai daerah lainnya. Pemilik barang nantinya hanya mengirim bonsai untuk dinilai, dan yang dimaksud nasional adalah secara kelas tanaman bonsainya. Harga bonsai sendiri sangat variatif ada yang ratusan ribu, bahkan ada yang seharga mobil Innova.
"Dengan lomba itu bisa menaikkan grade atau pamor bonsai, nanti penjualannya dilakukan secara online untuk keamanan dan kesehatan karena masih masa pandemi. Jadi memang saat ini serba sulit maka harus kreatif, bagaimana caranya ekonomi tetap berjalan namun jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan,"katanya.
Munadi salah satu pegiat bonsai Temanggung menuturkan, berbinis bonsai sangat menguntungkan. Selain menikmati hobinya ia kerap mendapatkan keuntungan dari jual beli bonsai. Bonsai miliknya bahkan sudah ditawar seharga mobil Innova namun belum dilepas, bahkan pernah ada yang hendak menukar dengan mobil Alpard keluaran lama namun ditolaknya.
Sekretaris II Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung Djoko Peasetyono menuturkan, pihaknya telah mewanti-wanti panitia lomba bonsai wajib menerapkan protokol kesehatan. Jika sampai ada pelanggaran maka akan dibubarkan.(ari)
