Luas Tanaman Kacang Tanah di Gunungkidul Gerus Area Tanam Kedelai

Luas tanaman kacang tanah di Kabupaten Gunungkidul masih menduduki rangking pertama di DIY. Namun sayangnya, luas tanaman kacang tanah ini justru menggerus luas tanaman kedelai. Sebab, banyak petani di Gunungkidul yang memilih menanam kacang tanah ketimbang kedelai.
Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta mampu menjaga harga jual kacang tanah ketika memasuki masa panen komoditas ini. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kacang di wilayah ini.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, luas tanaman kacang tanah di Gunungkidul mencapai 61.257 hektare. Luasan tersebut terbesar di DIY karena Kabupaten Lain seperti Sleman hanya 2.239 hektare, Kabupaten Bantul 1.942 hektare dan Kulonprogo hanya 530 hektar.
"97 persen pasokan kacang tanah DIY berasal dari Gunungkidul,"tutur Raharjo, Selasa (24/4/2018).
Area tanaman kacang tanah di wilayah ini memang cukup luas karena banyak petani di Gunungkidul yang lebih memilih untuk menanam kacang tanah ketimbang dengan kedelai. Alasannya, karena untuk menanam kacang tanah tidak membutuhkan energi dan biaya yang cukup besar ketimbang kedelai. Perawatan dan harga jual tanaman kacang tanah lebih mudah dibanding dengan kedelai.
Selain itu, petani lebih memilih menanam komoditas lain sebab hasil panenan kedelai nilai ekonominya masih kalah dengan kacang tanah, padi dan jagung. Untuk 1.000 meter persegi tanaman kacang, mampu menghasilkan satu kuintal kacang tanah dengan rata-rata harga jual mencapai Rp 8.000 perkilogramnya untuk kulitan, tetapi Rp 22.000 untuk yang sudah dihilangkan kulitnya.
Ketika menanam jagung, para petani mampu mendapatkan hasil 5 ton untuk setiap hektarenya. Dengan harga Rp 3.500 maka petani akan mendapatkan Rp 17,5 juta perhektare. Sementara untuk padi, petani bisa mendapatkan hasil Rp 20 juta perhektare di mana gabah kering panen mencapai 5 ton perhektarenya.
"Kalau kedelai, hasil 1,1 ton perhektare dan harganya Rp 7.000 perkg, petani hanya mendapat Rp 7,7 juta. Kedelai itu harga jualnya tidak seimbang dengan perawatan yang dinilai sulit,"terangnya.
Oleh karena itu, agar harga kacang tanah tidak jatuh ketika masa panen, pihaknya berupaya untuk mengendalikan luas area tanam kacang tanah. Pihaknya berusaha menghimbau kepada petani untuk tetap menanam kedelai ketimbang kacang tanah.(erl)
