Ma'ruf Amin Sebut ASEAN Jadi Lokomotif Pariwisata Asia Pasifik
ยทwaktu baca 3 menit

Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin membuka gelaran ASEAN Tourism Forum (ATF) di Candi Prambanan. Dia menyebut ASEAN menjadi lokomotif laju pertumbuhan pariwisata di kawasan Asia Pasifik.
Ma'ruf Amin mengatakan kini pariwisata di Asia Pasifik sudah mulai menggeliat. Berdasarkan data dari WTO PBB, pariwisata di kawasan Asia Pasifik sudah tumbuh 11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kawasan ASEAN saat ini berada di garis paling depan dalam pemulihan sektor pariwisata di negara Asia Pasifik.
"Dengan kebangkitan pariwisata ASEAN akan menandaskan wilayah ini sebagai episentrum ekonomi dunia,"tandas dia, Sabtu (4/2/2023).
Ma'ruf Amin menyebut 3 tahun terakhir sektor pariwisata memang sangat terpukul akibat pandemi covid 19. Tetapi saat ini semua pihak yakin pariwisata mampu bangkit kembali. Pergerakan pariwisata di wilayah ASEAN diharapkan bisa mencapai kembali puncak kejayaannya di tahun ini dengan dan di masyarakat.
Menurutnya kejayaan sektor pariwisata di ASEAN akan menjadi penopang keberhasian ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi global. Hal tersebut sejalan dengan tema Keketuaan Indonesia di ASEAN.
"Tahun ini pariwisata merupakan salah satu sektor yang krusial untuk memulihkan ekonomi,"tandasnya.
Menurutnya sektor pariwisata mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat serta menjadikan masyarakat yang tangguh dan berdaya. Fia sangat berharap Asian tourism forum 2023 bisa melahirkan aksi nyata ditandai adanya kerjasama antar pemimpin sektor pariwisata di kawasan ASEAN untuk mempercepat kebangkitan industri pariwisata.
Oleh karena itu, Wapres meminta penyelenggaraan acara-acara internasional di ASEAN agar terus diperbanyak. Keberhasilan penyelenggaraan event internasional adalah salah satu bukti kesiapan negara ASEAN untuk kembali menjadi magnet bagi wisatawan dunia.
Wapres mengajak negara-negara di ASEAN untuk bersama-sama membangun pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif dengan melibatkan usaha mikro dan kecil. Di samping itu juga melibatkan kaum perempuan dan generasi muda.
"inilah saatnya untuk mendekatkan, meningkatkan daya saing sektor pariwisata melalui berbagai inovasi dan kreativitas serta transformasi ke arah digital,"tandasnya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak negara-negara ASEAN untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global melalui pariwisata.
Menparekraf Sandiaga mengatakan, ATF sebagai forum pariwisata terbesar di kawasan Asia Tenggara harus dapat menjadi ruang diskusi untuk merumuskan kembali sektor pariwisata agar lebih adaptif dengan situasi saat ini dan masa depan.
"Negara-negara ASEAN harus dapat membangun destinasi pariwisata berdasarkan tiga fondasi utama yakni ketahanan, keamanan, dan keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan tema ATF tahun ini yakni 'A Journey to Wonderful Destinations', yang mengobarkan semangat pemulihan pariwisata," kata Menparekraf Sandiaga.
Guna mencapai tujuan tersebut, Menparekraf menyampaikan tiga hal yang dapat diinisiasi bersama. Pertama adalah Gercep (gerak cepat) di mana pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus dapat memberikan program-program pendampingan yang relevan untuk membantu mendorong kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh wilayah. Terutama saat ini di masa pascapandemi.
"Seperti sertifikasi kompetensi dan juga peningkatan kapasitas yang dapat menjadi program utama. Seperti yang telah kami lakukan di (pengembangan) 5 destinasi super prioritas dan 10 destinasi prioritas," kata Sandiaga.
Selanjutnya adalah Geber (Gerak Bersama). Menparekraf Sandiaga meyakini tindakan kolaboratif di antara pemangku kepentingan sangat penting dalam mendorong proses pemulihan pariwisata.
"Salah satu contohnya adalah melalui perencanaan dan pelaksanaan event-event berskala nasional dan internasional yang berkualitas. Hal ini membutuhkan keterlibatan berbagai sektor termasuk pemerintah, swasta, dan pihak-pihak lainnya," ujar Sandiaga.
Serta yang terakhir adalah Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja). Dalam mencapai hal tersebut, Menparekraf Sandiaga menyampaikan, pihaknya menghadirkan diversifikasi produk pariwisata melalui pengembangan ekowisata, wisata ramah muslim, wisata kesehatan, dan juga paket-paket wisata domestik.
"Kami optimistis bahwa diversifikasi ini tidak hanya akan membuka peluang kerja tetapi juga meningkatkan aspek nilai tambah pariwisata kami dan memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah kami," ujar Sandiaga.
