Masyarakat Berlakukan Work From Home, Konsumsi BBM Menurun

Sejak pemerintah menghimbau agar tidak banyak keluar jika tidak ada keperluan mendesak dan lebih banyak di rumah mengakibatkan penurunan konsumsi bahan bakar minyak dan gas elpiji. Mobilitas masyarakat yang banyak berkurang serta banyaknya usaha kuliner yang memilih tutup memang membuat konsumsi BBM dan Gas Elpiji tergerus.
Senior Supervisor Communication and Negotiation Pertamina MOR IV, Arya Yusak Dwi Candra, mengatakan imbauan pemerintah untuk mengurangi mobilitas ada pengaruhnya dengan penjualan produk-produk Pertamina. Dibanding dengan bulan Februari, pertamina mencatat ada penurunan meski tidak signifikan.
"Ada penurunan sekitar 13% sampai 15%," tuturnya, Selasa (7/4/2020).
Ia mengungkapkan, konsumsi BBM jenis gasoline (premium, pertalite dan pertamax) secara keseluruhan jika dibandingkan dengan bulan februari 2020 mengalami penurunan permintaan sebesar 15% atau dari 1.780 KL per hari menjadi 1.540 KL per hari.
"Sama hal nya dengan BBM jenis gasoil (solar, dex series) juga turun sebanyak 13% dari 380 KL menjadi 335 KL," ungkapnya.
Sedangkan untuk LPG ada penurunan tapi masih dalam batas normal, karena penurunannya tidak signifikan. Rata-rata bulan Februari di angka 447 MT (metric ton) sedangkan bulan Maret di angka 445 MT. Sehingga dikatakan untuk LPG relatif stabil.
Arya menandaskan, untuk stok BBM dan LPG di wilayah MOR IV aman, dengan rata-rata coverage day (ketahanan) untuk BBM selama 9-12 hari dan LPG 4-6 hari.
Pihaknya juga menyiapkan wastafel portabel yang akan diletakkan di delapan titik pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Sebagai langkah awal, Pertamina telah menyerahkan satu unit wastafel portabel kepada Pemerintah kota di Pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta.
“Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pemerintah kota, kami akan menempatkan 10 (sepuluh) unit wastafel portabel di pasar-pasar di Yogyakarta yaitu pasar Beringharjo, pasar Kranggan, Pasar Patangpuluhan, Pasar Demangan, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, Pasar Pethuk dan Pasar Giwangan,” jelas General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV, Iin Febrian
Iin juga mengungkapkan alasan Pasar Tradisional menjadi lokasi yang dipilih untuk penempatan wastafel portabel karena ditengah pandemi Covid-19 dan penurunan aktivitas diluar rumah, Pasar merupakan lokasi yang tetap dikunjungi masyarakat , sehingga untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 ini kebersihan dan budaya mencuci tangan menjadi penting.
Tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, para pekerja Pertamina yang berada di Yogyakarta dan Surakarta berinisiatif untuk memberikan bantuan Vitamin, Makanan Tambahan serta LPG bagi para tenaga medis yang bekerja di RS Moewardi Solo dan RS dr. Sardjito Yogyakarta yang telah diterima oleh humas masing-masing rumah sakit.
“Para pekerja Pertamina yang sejak minggu lalu telah melaksanakan work from home turut berempati kepada para pejuang medis yang tentunya saat pandemi corona ini telah melakukan usaha ekstra untuk melayani para pasien, sehingga kami berharap sedikit bantuan ini dapat memberikan semangat dan bermanfaat bagi para tenaga medis,” ujar Pande Made Andi Suryawan selaku Sales Area Manager Retail Yogyakarta.
Pande juga menjelaskan bahwa Pertamina berupaya hadir bersama masyarakat dan pemerintah untuk melawan pandemi virus Covid-19 di Jawa Tengah dan DIY. Kami sebagai perusahaan yang menjual BBM dan LPG langsung dengan masyarakat senantiasa menjaga fasilitas penjualan kami higienis dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi petugas yang bertugas melayani masyarakat
