Konten Media Partner

Masyarakat Diajak Berbelanja di Toko Kelontong Kekinian

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang perempuan sedang berbelanja di toko kelontong. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perempuan sedang berbelanja di toko kelontong. Foto: istimewa

Di era modern ini, masyarakat mulai terbiasa untuk berbelanja di supermarket atau bahkan belanja secara online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, masih ada toko kelontong di tengah-tengah masyarakat yang bertahan.

Toko kelontong sendiri merupakan bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti yang diketahui bersama, UMKM memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional.

“SRC Indonesia berkomitmen tinggi untuk terus bergerak produktif dan inovatif sehingga dapat memberikan layanan terbaik untuk masyarakat luas. Semangat inilah yang kami coba tularkan kepada mitra bisnis dan komunitas sehingga bersama – sama saling mendukung melakukan aktivitas ekonomi seperti berbelanja pada satu ekosistem digital yang mumpuni. Hingga pada akhirnya dapat memperkuat ekonomi masyarakat secara mandiri,” jelas Direktur PT SRCIS, Rima Tanago, dalam keterangan yang diterima, Rabu (9/6/2021).

SRC Indonesia mengajak masyarakat untuk kembali berbelanja di toko kelontong kekinian di era modern ini. Lewat kampanye #KembaliKeKelontong, SRC Indonesia mendukung masyarakat berbelanja di toko kelontong untuk menggerakkan sistem ekonomi kerakyatan.

Saat ini, SRC kian berinovasi dengan merilis aplikasi AYO Kelontong dengan aneka fitur baru. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk terkoneksi dengan jaringan SRC. Di tahun 2021 ini, pihaknya juga menghadirkan tas belanja dengan makna mendalam.

Layaknya tas, SRC adalah sebuah wadah yang membawa industri toko kelontong ke arah yang lebih baik, secara ekonomi maupun sosial. Mulai dari mengubah toko menjadi rapi, bersih, dan terang, mengadaptasi teknologi digital, merangkul industri UMKM, serta transformasi lainnya.

Dengan filosofi tas atau wadah, setiap perubahan diwujudkan sebagai collaborative effort para penjual, pembeli, dan masyarakat sekitar (termasuk UMKM). Untuk itu melalui kampanye #KembaliKeKelontong, masyarakat diharapkan kembali melanjutkan tradisi untuk berkolaborasi demi perubahan yang lebih baik.

“Inilah yang menjadi landasan kami memilih tas sebagai simbol transformasi dan kolaborasi SRC, karena tas adalah bagian tidak terpisahkan dari industri toko kelontong. Kami juga memilih reusable bag yang melambangkan SRC, dimana tas ini merupakan wadah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami meyakini keberadaan tas yang kekinian juga mendorong semangat para pedagang kelontong dan masyarakat luas untuk terus memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Rima.

Pihaknya pun bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mednukung UMKM lokal. Pihaknya berharap SRC bisa berperan dalam mendukung pengembangan usaha pada pelaku UMKM.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kolaborasi yang terwujud antara Kemenparekraf dan SRC Indonesia sehingga dapat meningkatkan peluang pelaku UMKM ekonomi kreatif dalam menangkap peluang, membuka lapangan kerja yang lebih luas sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“UMKM sangat membutuhkan sentuhan yang menggerakkan perekonomian. Keberpihakan SRC Indonesia kepada pelaku UMKM selaras dengan program pemerintah yang menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai penopang perekonomian tanah air dan hal tersebut dapat dimulai dari Toko Kelontong,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.