Mayat Perempuan Ditemukan Tergeletak di Wisma Sermo Kulon Progo

Mayat perempuan ditemukan tergeletak di lantai Wisma Sermo yang terletak di Padukuhan Kedungtangkil, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo Selasa (23/3/2021) petang.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefry mengatakan, korban ditemukan warga sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu ada warga yang hendak merumput melintas di lokasi kejadian. Karena janggal temuan ini dilaporkan kepada petugas kehutanan di kawasan Suaka Margasatwa dan diteruskan ke polisi.
Mendapatkan laporan ini polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Lokasi sekitar langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
“Saat ditemukan tidak ada identitasnya sama sekali,” kata Jefri, Selasa (24/3/2021).
Mayat ini ditemukan dalam kondisi telentang dengan kepala di sisi utara. Perempuan ini mengenakan celana panjang jeans warna hitam dan kaos lengan panjang (sweater) warna abu-abu dalam kondisi tersingkap sampai ke dada. Korban juga mengenakan bra warna merah dan ditemukan sepatu warna coklat.
Ciri fisik korban memiliki rambut panjang sebahu lurus dengan tinggi badan mencapai 160 cm. Berat badannya diperkirakan 50 kilogram dengan usia antara 25-35 tahun. Petugas juga menemukan ikat rambut warna ping dan putih, sedangkan sepatunya tertata cukup rapi.
Saat ditemukan kondisi mayat sudah mulai lebam dan bengkak. Pada mulutnya ada sedikit air liur keluar. Petugas juga menemukan bercak darah pada pantat, celana dalam dan daun telinga kanan. Sedangkan pada lutut kanan ditemukan bekas jahitan luka lama.
“Kemungkinan korban sudah meninggal enam jam sebelum ditemukan,” kata Jefry.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Sedangkan di tubuhnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dan diduga tidak dalam kondisi hamil.
“Untuk sementara jasad korban kami bawa ke RSUD Wates, sedangkan apakah ada unsur pembunuhan atau tidak masih dalam penyelidikan,” katanya.
Tim Dokter RS Bhayangkata Polda DIY telah selasai melakukan autopsi jasad Dessi Sri Diantary (22) warga Gadingan, Wates, Kulonprogo yang ditemukan tewas di Wisma Sermo pada Selasa (23/3/2021). Dari pemeriksaan sementara ada dugaan pukulan benda tumpul pada kepala belakang korban yang mengakibatkan gangguan pernapasan.
“Proses autopsi sudah selesai, jasad korban sudah kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kassubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefry, Rabu (24/3/2021).
Jefry mengatakan, dokter Stefanie Renni Anindita yang melakukan pemeriksaan telah membuat hasil pemeriksaan sementara. Pada pemeriksaan luar ditemukan adanya tanda kekerasan benda tumpul. Dokter menemukan adanya luka memar pada kepala sisi belakang dan perut sisi kanan. Selain itu juga ada bintik pendarahan pada kulit wajah dan pelebaran pembuluh darah pada selaput biji mata.
“Juga ada kebiruan di jaringan di bawah kuku tangan dan kaki dan pada selaput lendir bibir dan mulut,” kata Jefry.
Dalam kesimpulannya, tim dokter yang menduga kematian korban karena adanya kekerasan benda tumpul pada kepala sisi belakang tengah yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak. Hal ini menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas (asfiksia).
“Teman-teman Reskrim saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan,” katanya.
Korban ditemukan tergeletak di lantai Wisma Sermo yang ada di Kedung Tangkil, Karangsari, Pengasih, oleh seorang warga yang tengah merumput sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke petugas kehutanan di Suaka Margasatwa Sermo diteruskan ke polisi.
Korban mengenakan celana jeans warna biru dan kaos sweater abu-abu yang tersingkap hingga ke dadanya. Sedangkan sepatu korban ditemukan ada di bawah dekat kaki. Pemeriksaan awal ada bercak darah di tubuhnya sehingga jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk diautopsi.
