Konten Media Partner

Melihat Atraksi Vespa di Dalam Tong Setan di Indonesian Scooter Festival 2018

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat Atraksi Vespa di Dalam Tong Setan di Indonesian Scooter Festival 2018
zoom-in-whitePerbesar

Berbagai macam aksi disediakan oleh panitia di perhelatan Indonesia Scooter Festival (ISF) 2018 yang digelar di Jogja Expo Center, Sabtu (22/9). Salah satunya atraksi Tong Setan menggunakan Vespa. Event ISF 2018 yang diselenggarakan di JEC hadir selama dua hari pada 22-23 September 2018.

Aksi tong setan ini banyak mengundang perhatian para pengunjung untuk menyaksikan pertunjukan yang tidak biasa itu.vKetua ISF 2018 Dwi Yudha Danu mengungkapkan, jika biasanya aksi Tong Setan menggunakan motor biasanya, di ajang lebarannya anak Vespa ini menggunakan Vespa.

"Kan kalau di pasar-pasar malam itu aksinya pakai motor biasa tapi kali ini dengan Vespa," kata Yudha.

Ia mengungkapkan, karena menggunakan kendaraan yang tidak biasa, oleh karena itu panitia sendiri membutuhkan persiapan yang terbilang cukup lama. Karena rider Vespa perlu berlatih bagaimana cara mengelilingi medan berbentuk tong agar bisa eksis sampai puncak tanpa terjatuh.

Selain itu, yang tak kalah penting dari rider sendiri yakni mempersiapkan kendaraan yang benar-benar bisa digunakan untuk bermanuver 360 derajat dalam tong setinggi kurang lebih 5 meter dan diameter sekitar 3 meteran itu.

"Pertama kami coba menggunakan Vespa biasa tapi gagal, karena tata letak mesin ada disebelah kanan mudah terkena dinding tong setan," ujarnya.

Namun, pihaknya tak menyerah, akhirnya menemukan ide untuk menggunakan Vespa jenis Small Frame PTS yang memiliki modifikasi pada posisi knalpot, mesin, juga suspensi dan berhasil melaju di didinding tong.

"Kami lakukan modifikasi karena Vespa Tong Setan ini harus dipacu dengan kecepatan 80-100 km/jam," kata Yudha.

Yudha menambahkan, pengunjung Indonesia Scooter Festival bisa menyaksikan atraksi yang tidak biasa itu setiap 1 jam sekali dengan retribusi masuk sebesar Rp. 10.000. (Nadhir Attamimi/adn)