Melihat Relief 'Penis dan Vagina' di Candi Sukuh, Jawa Tengah

Setiap candi memiliki ceritanya masing-masing. Hal ini terdeskripsikan lewat relief yang dipahat oleh para pembangunnya dulu. Setiap candi punya relief yang berbeda satu sama lain, seperti Candi Sukuh di Jawa Tengah ini.
Candi yang berlatar agama Hindu ini ada di lereng barat Gunung Lawu, atau lebih tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dilihat dari bentuk bangunan Candi utamanya, terlihat seperti piramida yang terpotong.
Ada sebuah relief unik yang terpahat di salah satu bagian Candi Sukuh ini. Relief ini berhasil mencuri perhatian para pengunjung karena bentuknya dan terletak di pintu masuk). Adalah relief yang menggambarkan phallus dan vagina.
Relief ini terpahat secara jelas dan hampir bersentuhan satu sama lain. Relief ini menggambarkan bersatunya lingga (kelamin perempuan) dan yoni (kelamin laki-laki).
“Letaknya di dasar, jadi tidak di dinding atau di langit-langit. Orang dulu kan enggak pakai alas kaki maka bisa dilangkahi,” ujar Tedy, salah seorang pengunjung Candi Sukuh, Minggu (5/8).
Bukan tanpa makna para pembangun candi memahat relief demikian. Bahkan, makna dari relief tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan ‘porno’. Ada keyakinan bahwa pahatan tersebut berfungsi sebagai ‘suwuk’ (mantra atau obat) untuk ‘ngruwat’ (menyembuhkan atau menghilangkan) dari segala kotoran di hati. Hal inilah yang membuat relief ini terpahat di pintu masuk. Sehingga, mereka yang masuk ke candi akan melangkahinya dan segala kotoran akan sirna.
Kini, relief ini telah diberi pagar sehingga pengunjung agak kesulitan untuk masuk ke dalamnya. Tak sampai di situ, ada sebagian pengunjung yang melempar koin ke dalam pagar tempat relief tersebut berada.
“Mungkin itu ikut-ikutan kayak di luar negeri. Kalau melempar koin ke sana, harapannya bisa terkabul,” ceritanya.
Sayangnya, ada pengunjung yang dengan tangan jahilnya mengotori bangunan Candi Sukuh. Terlihat ada kata yang tertera di salah satu bagian candi. Tulisan dan gambar ini terpahat cukup dalam di lantai candi.
“Vandalisme ini merusak wajah lantai (Candi Sukuh),” katanya. (asa/adn)
