Konten Media Partner

Mengaku Anggota TNI, Pelaku Lakukan Order Fiktif ke Warung di Gunungkidul

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi uang. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang. Foto: Tugu Jogja

Sejumlah warung di Kecamatan Patuk Gunungkidul menjadi target penipuan meminta kiriman pulsa oleh oknum yang mengaku bernama Ryan dan berdinas di Koramil Patuk. Beruntung sebagian besar tak berhasil diperdaya.

Salah satunya adalah Trisnawati, pemilik Segoresto yang beralamat di Putat, Patuk. Wanita ini nyaris mendapat order fiktif senilai Rp 1,5 juta. Ia juga diminta untuk mengirimkan pulsa sebesar Rp 350 ribu. Beruntung ia tak tertipu.

Sabtu (12/3/2022) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB, ia mendapat pesan melalui nomor Whatsappnya dari seorang lelaki yang mengaku bernama Ryan. Saat itu lelaki itu memesan nasi box senilai Rp 30 ribu. Ia memesan 50 box dan meminta untuk diantarkan ke Koramil Patuk, Minggu (13/3/2022).

"Bapake mengaku anggota Koramil Patuk," ujar wanita yang akrab dipanggil Trisna ini, Minggu (13/3/2022).

Awalnya, ia percaya lelaki tersebut anggota TNI dan bertugas di Koramil Patuk. Sehingga ia langsung menyanggupi pesanan tersebut. Wanita itu kemudian mengirimkan nomer rekening untuk transfer orderan nasi box tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, lelaki yang bernama Ryan tersebut mengirimkan bukti transfer sebesar Rp 1,850 juta. Padahal pesanan nasi box tersebut hanya sebesar Rp 1,5 juta, sisanya katanya diminta membelikan pulsa Rp 300 ribu yang Rp.50 ribu untuk ongkos kirim.

"Awalnya percaya. Foto bukti transferannya mirip banget. Tapi saya mulai curiga. Kok minta dikirimi pulsa," terangnya.

Tangkapan layar order fiktif pada warung di Gunungkidul yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI. Foto: erfanto/Tugu Jogja

Setelah ditunggu beberapa saat ternyata juga tidak ada notifikasi pemberitahuan melalui HP jika ada pengiriman uang ke rekeningnya. Kecurigaannya pun semakin kuat karena tidak ada SMS banking masuk tersebut. Ia langsung konfirmasi ke anggota Kodim Wonosari.

Benar saja, tidak ada anggota Koramil Patuk yang bernama Ryan. Di samping itu, foto profil yang digunakan oknum tersebut sudah mencurigakan karena atribut pakaian di foto tersebut adalah Angkatan Udara. Sehingga ia menyimpulkan jika itu adalah modus penipuan.

"Fix penipuan. Alhamdulillah ndak jadi transfer pulsa dan membuatkan pesanan," ujar dia.

Komandan Koramil Patuk, Kapten Chb Timotius Subanu membenarkan adanya oknum yang mengaku anggota Koramil Patuk untuk melakukan penipuan, Sabtu kemarin. Dan yang menjadi target ternyata cukup banyak.

"Kurun waktu kejadian pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Modusnya sama, nomernya sama. Kami meminta warga untuk hati-hati," terang dia.