Menilik Keseruan Offroad Trek Watu Gede di Lereng Merapi

Mentari pada Sabtu (20/6/2020) belum terlalu tinggi. Begitu mulai memasuki kawasan di seputaran lereng Merapi, udara sejuk khas pegunungan menyambut. Sekitar pukul 09.30 WIB, satu per satu mobil jip beserta pengemudi mulai berdatangan di sebuah titik berkumpul di kawasan Cangkringan.
Tentu sudah bisa ditebak, rombongan jip di kawasan lereng Merapi. Sebanyak 6 rombongan mobil jip melakukan petualangan yakni offroad sembari menikmati keindahan alam Merapi.
Ketika rombongan sudah komplit, sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan jip mulai meninggalkan lokasi dan menuju perjalanan sebenarnya. Perjalanan dimulai dari rute menuju ke Watu Gede di wilayah Desa Argomulyo dan akan berakhir di Wonogondang.
Begitu memasuki area perkampungan, jalan-jalan sempit dan sedikit berbatu mulai menyambut. Debu-debu pasir dari kendaraan berat yang lewat dari sekitar kawasan pertambangan menjadi pemandangan awal dari perjalanan offroad yang akan menyusuri trek Watu Gede.
Habis dari melewati kawasan berdebu, rombongan jip melanjutkan perjalanan menuruni semacam wilayah yang rimbun dan betul-betul terasa khas alamnya Merapi. Jalan berbatu-batu, lumpur coklat, tanaman liar, menjadi pemandangan. Sesekali perjalanan diwarnai keriuhan menyambut begitu mobil jip mulai menanjaki trek off road yang cukup menantang bahkan tak jarang teriakan muncul lantaran kaget dengan trek yang memicu adrenalin.
Gandung, warga Sleman merasakan betul keseruan dari trek offroad jip di Watu Gede ini. Baginya hal ini betul-betul membawa perasaan menyenangkan dan tantangan tersendiri. Meski sempat mengalami kendala hingga jip tersangkut di beberapa titik, namun hal itu tak mengurangi perasaan senang karena bisa melakuian penjelajahan.
"Treknya asik," kata Gandung, Sabtu (20/6/2020).
Senada dengan Gandung, Muhsukanto yang juga ikut dalam rombongan menjajal trek Watu Gede ini mengatakan bahwa medan yang ia lalui memang sangat pendek. Namun di balik pendeknya lintasan trek, justru banyak tantangan yang dihadapi.
"Menantang asik. Walaupun jaraknya nggak terlalu jauh asik lah. Untuk off road ringan lumayan," ujarnya.
Usai mengitari satu trek di Watu Gede, rombongan jip pun berhenti di tengah-tengah lintasan. Para pengemudi pun lantas menurunkan masing-masing satu bibit pohon. Usut punya uaut, rupanya kegiatan offroad ini tak sekedar perjalanan biasa saja yang hanya melewati kawasan lereng Merapi tapi juga ada misi di baliknya.
Agenda ini menjadi hal yang baru-baru ini diinisasi dan menjadi hal wajib dalam upaya untuk melesatrikan alam. Muhsukanto mengatakan hal ini menjadi sebuah langkah yang baik dalam membangun lingkungan di sekitar. Mengingat mereka bermain di alam dan tentunya juga harus ada upaya untuk mengembalikannya supaya lestari. Hal itulah yang kemudian merupakan kontribusi yang bisa diberikan.
"Kita memberi kontribusi sebisa mungkin ke daerah yang kita lewati dengan acara baksos, dengan saweran pemuda biar trek tetep terawat," katanya.
Gandung juga beranggapan sama. Menurutnya offroad ini bukan sekedar olahraga dan aktivitas yang hanya mengumbar keseruan. Namun ada makna dibaliknya yakni misi penghijauan yang dilakukan. Selain itu ia berharap agar olahraga menantang ini juga bisa memberikan dampak bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan tujuan tercapai penghijauan. Semoga bisa mengembangkan olahraga off-road ringan untuk memasyarakat," pungkasnya.
