Menyusui Bayi Sambil Tiduran, Bahayakah?

Masa-masa awal bagi ibu menyusui adalah masa yang cukup menantang. Selepas melahirkan, tentu ibu membutuhkan istirahat dengan tidur yang cukup, namun di sisi lain ibu juga harus terjaga demi menyusui bayinya. Bayi baru lahir atau new born belum mengenal konsep siang dan malam. Seringkali, bayi terjaga sepanjang malam untuk menyusu sehingga ibu pun harus begadang untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Menyusui bayi dengan posisi tiduran menjadi solusi agar ibu bisa tetap beristirahat meskipun sedang menyusui. Tapi, amankah bagi bayi disusui dengan posisi tiduran?
Ada dua hal yang harus diperhatikan saat menyusui bayi, yaitu posisi dan pelekatan. Posisi tubuh bayi dan tubuh ibu saling berhadapan, perut bayi menempel pada perut ibu, telinga-lengan-dan kaki berada pada satu garis lurus. Apapun posisinya, baik menyusui sambil duduk, tiduran, atau menggendong, posisi ini haru selalu sama.
Kemudian, pelekatan adalah bagaimana mulut bayi melekat pada payudara ibu. Agar bayi mendapatkan ASI dengan optimal maka mulut bayi harus terbuka lebar. Hadapkan puting payudara ibu di depan hidung bayi. Sentuhkan puting ibu di bibir atas bayi agar mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar aerola ibu bagian bawah masuk lebih banyak ke mulut bayi. Pastikan dagu bayi menempel pada payudara ibu sehingga lubang hidung bayi tidak tertutup.
Lalu, bagaimana jika menyusuinya sambil tiduran?
Letakkan bayi di atas kasur, sebaiknya tanpa menggunakan bantal. Kemudian, ibu memposisikan diri berbaring lebih tinggi dari bayi, tepatnya payudara ibu pas ada di depan hidung bayi. Ibu berbaring miring dan miringkan badan bayi hingga berhadapan dengan badan ibu. Bantu bayi mendapatkan payudara ibu dengan menyentuhkan puting ibu pada bibir atas bayi.
Asalkan kedua prinsip posisi dan pelekatan di atas diterapkan maka menyusui sambil tiduran tidaklah berbahaya. Pastikan, ibu berlatih terlebih dahulu jika ingin mulai menyusui bayinya sambil tiduran. Selain itu, dukungan keluarga juga dibutuhkan. Dampingilah ibu ketika ia harus begadang untuk menyusui. Ayah bisa membantu menggendong untuk menidurkan bayi agar ibu bisa beristirahat setelah menyusui. (Sunti Melati)
