Konten Media Partner

Naskah Kuno Dikembalikan, Sultan HB X: Penyambung Ajaran yang Terputus

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian pameran 75 Naskah Kuno Keraton Yogyakarta di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Kamis (7/3/2019). Foto: ken
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian pameran 75 Naskah Kuno Keraton Yogyakarta di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Kamis (7/3/2019). Foto: ken

British Library, melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, telah memberikan secara simbolis pengembalian naskah Kraton Yogyakarta dalam bentuk digitalisasi pada Kamis (7/3/2019) malam, di Pagelaran Kraton Yogyakarta.

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, sangat mengapresiasi pengembalian naskah tersebut. Sultan menyebut, naskah-naskah tersebut sebagai penyambung ajaran budaya Jawa yang terputus.

Dengan pengembalian tersebut, orang nomor satu Yogyakarta ini menuturkan, masyarakat luas bisa kembali menggali ilmu dan informasi-informasi kebudayaan Jawa yang berkesinambungan dalam kehidupan yang tertuang dari naskah yang lebih dari 200 tahun berada di Inggris.

"Dengan digitalisasi 75 naskah itu berarti kita bisa belajar (lagi) dari situs (naskah kuno), (untuk) mengetahui kesinambungan kehidupan, tata cara, nilai dan sebagainya yang ada di buku itu bisa kita ikuti lagi. Yang selama ini kan budaya Jawa ada yang terputus bagi Kraton Jogja," ungkap Sri Sultan HB X.

Ia berharap, dengan dipamerkannya naskah-naskah tersebut, masyarakat bisa mengkonstruksi kembali ingatan historis dan membangkitkan lagi ingatan emosional, agar menumbuhkan kesadaran untuk terus menggali dalam memaknai sejarah secara benar.

Sememtara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik menuturkan proyek digitalisasi 75 naskah kuno milik Kraton Yogyakarta tersebut merupakan upaya yang cukup lama. Ia berharap, naskah kuno lainnya bisa segera didigitalisasikan pula.

"Ini semua naskah yang di British Library sudah didigitalkan dan kembalikan hari ini (Kami malam). Ada beberapa manuskrip yang (masih) dikoleksi (perpustkaan lainnya) dan Insya Allah akan kita mencari solusi untuk mengembalikan dengan mendigitalisasikan semuanya," kata Moazzam Malik.

75 naskah kuno digital dan naskah asli milik Kraton Yogyakarta yang sekaligus menjadi pusaka ilmu pengetahuan dari Keraton Yogyakarta selanjutnya akan dipamerkan selama 7 Maret hingga 7 April 2019 di Bangsal Pagelaran. (ken/adn)