Konten Media Partner

Pasutri Asal Kota Jogja Jadi Korban Pengeroyokan

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Tugu Jogja

Gegara mbleyer motor, pasangan suami istri asal Kota Yogyakarta ini menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal. Akibatnya, sang suami mengalami luka lebam di wajah dan badan sehingga sempat berobat ke rumah sakit

Aksi pengeroyokan itu terjadi di ruas jalan JJLS, tepatnya di Padukuhan Cekel, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari pada Rabu (28/09/2022). Aksi ini sudah dilaporkan ke polisi dan kini petugas Polsek Saptosari berusaha mencari pelaku.

Kapolsek Saptosari AKP Kusnan Priyono ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pengeroyokan tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Di ruas JJLS tepatnya di dusun Cekel, di mana kondisi jalan saat itu tidak begitu ramai.

Aksi penganiayaan tersebut bermula ketika korban bernama Sujianto (26) warga Tukangan, Kalurahan Tegal Panggung, Kapanewon Danurejan, Yogyakarta bersama dengan istrinya hendak pergi membeli makan Mie ayam di wilayah Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari.

kumparan post embed

"Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha RX King yang knalpotnya memang dikenal bising," kata dia, Jumat (30/9/2022) .

Saat itu korban bersama istrinya mengendarai sepeda motor RX king nopol AB 6224 RB dari arah barat (Panggang) menuju arah timur (Saptosari). Saat itu posisi korban membonceng istrinya.

Namun didalam perjalanan sepeda motor korban yang dikendarainya bermasalah. Saat itu pengendara membleyer motor RX King itu sehingga menimbulkan suara bising. Setelah beberapa saat korban bersama istrinya di kejar para pelaku menggunakan sepeda motor dan menghentikan korban.

"Setelah diberhentikan korban dan temannya dikroyok oleh 5 orang. Saat itu warga setempat melerai atas kejadian tersebut korban mengalami luka pada wajah dan bahu," lanjutnya.

Tak terima menjadi korban pengeroyokan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Saptosari. Mendapatkan laporan anggota Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan identifikasi terhadap para pelaku.

"Pelaku sudah teridentifikasi. Saat ini kami upayakan mediasi antara para pelaku dan korban. Diduga ini hanya permasalahan miskomunikasi antara kedua belah pihak," tandasnya.