News
·
3 Agustus 2020 12:41

Pelaku Berkedok Riset Swinger di Jogja Mengaku Pernah Onani di Depan Psikolog

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Pelaku Berkedok Riset Swinger di Jogja Mengaku Pernah Onani di Depan Psikolog (46435)
Ilustrasi ejakulasi. Foto: Shutterstock
Media sosial belakangan ini tengah diramaikan dengan kasus pelecehan seksual. Sebuah kasus terbaru terjadi di Jogja yang melibatkan eks dosen bernama Bambang Arianto dengan sejumlah perempuan. Mencuatnya kisah ini bermula dari pengakuan korban bernama Laeliya Almuhsin, tak butuh waktu lama korhan-korban lainnya bermunculan menceritakan pengalaman mereka.
ADVERTISEMENT
Korban-korban tersebut baru terungkap dalam update kisah eks dosen swinger di Jogja. Rupanya setelah sejak awal Agustus 2020 kasus ini mencuat, korban yakni Laeliya bersama dengan Illian Deta Arta Sari dan korban lainnya menemui pelaku pada Minggu (2/8/2020). Dari perbincangan langsung tersebut, mereka menuntut penjelasan secara langsung.
"Ketemu karena dia mau minta maaf. Kami bertemu karena kami juga mau mendengar penjelasannya dan mau marah juga tentu," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (3/8/2020).
Hal yang membuat Illian tak menyangka adalah jumlah korban yang begitu banyak. Dia menunjukkan data sejumlah korban. Dari sekitar 50-an nama dengan berbagai modus, pelaku saat itu tak menyangka jika mereka memiliki nama korban lainnya. Akhirnya pengakuan mengejuatkan dibuat pelaku.
ADVERTISEMENT
"Kami konfrontir kelakuannya, termasuk apakah benar mendatangi psikolog puskesmas di Sleman dan onani di depan psikolog itu dan menyasar beberapa psikolog lain. Dia membenarkan," tulis dia.
Pelaku Berkedok Riset Swinger di Jogja Mengaku Pernah Onani di Depan Psikolog (46436)
Informasi selengkapnya klik di sini.
Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran bagian cerita pelaku pernah melakukan onani terebut, Illian membenarkan.
"Ada dialog saya dan dia, lalu dia bicara sendiri. Semua direkam. Soal onani, sudah jadi rahasia umum juga. Kemarin. Tanya, dia membenarkan," kata Illian.
Namun ketika ditanya lebih detail perihal rekaman pembicaraan pengakuan pelaku, ia enggan menjelaskan lebih detail.
"Ada rekamannya tapi gak bisa saya share. Untuk pegangan kami," ungkapnya.
Masih dalam cerita yang sama, pengakuan lainnya yakni pelaku pernah melakukan pelecehan yang terjadi di gedung pusat kampus UGM sekitar tahun 2004. Salah korban dalam cerita mengaku masih trauma.
ADVERTISEMENT
"Lely (korban lainnya) juga bertanya pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan Bambang di Balairung, area gedung pusat kampus UGM pada tahun 2004-2005. Sebelum kami semua bertemu di hari Minggu, Lely sempat dihubungi korban yang mengatakan ada trauma yang terpendam selama 14an tahun ini. Saat itu Bambang sudah dilaporkan ke polisi di Sleman, dia sempat ditahan. Tapi dilepas karena jadi tahanan kota. Hufff.. Rupanya kasus menguap. Hukum seringkali tak berpihak pada korban gini," tulis Illian.
Saat ditanya jumlah korban yang jadi saran, dalam pertemuan itu mereka menduga ada sekitar 300 orang.
"Kutanya 'berapa banyak korban yang sudah dijapri mesum?' Dia bilang lupa karena banyak sekali. Dia mengakui aktif mencari tempat 'curhat' baru dan dalam seminggu ada 1. Biasanya dia inbox fb messenger. Kami berhitung, dalam setahun ada 52 minggu, dikalikan 6 tahun sejak 2014 berarti ada sekitar 300 orang," tulis Illian.
ADVERTISEMENT
"Iya mungkin sekitar itu, 300 orang,” tulis Illian menirukan ucapan pelaku.