Peluang Kerja Tinggi, FOO Jadi Profesi yang Paling Diincar dalam Dunia Penerbangan

Minat masyarakat pencari kerja untuk terjun ke dalam dunia penerbangan hingga saat ini ternyata masih sangat besar.
Salah satu profesi dunia penerbangan yang diincar yakni Flight Operation Officer (FOO). FOO ini adalah personil penerbangan yang disertifikasi Kementerian Perhubungan, yang bertindak sebagai salah satu pihak penanggungjawab keselamatan dari proses penerbangan. FOO menjadi satu bagian penting dari pengoperasian penerbangan selain pilot dan teknisi.
“Kebutuhan dunia penerbangan untuk profesi FOO ini sangat besar,” ujar Arif Rahman, pendiri PT. Aeropors Academy saat ditemui Kamis (8/11) di sela event Job Fair Sekolah Vokasi UGM yang digelar tanggal 7-8 November 2018 di Grha Sabha Pramana UGM.
Namun, ujar Arif, kebutuhan profesi FOO ini tak diimbangi dengan jumlah sekolah yang berfokus untuk mencetak profesi itu.
“Sekolah khusus yang mencetak profesi FOO ini masih sangat terbatas,” ujarnya.
Terbatasnya sekolah yang mencetak profesi FOO itu membuat peluang kerja profesi tersebut juga makin besar pula. Terlebih kompetisi di dunia penerbangan saat ini makin ketat setelah bidang itu menunjukkan hasil kerja yang positif.
“Setiap tahun jumlah penumpang pesawat terbang terus meningkat dan juga maskapai kian berkembang. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan SDM nya,” ujarnya.
Sehingga tak heran ketika lowongan profesi FOO itu dibuka di Job Fair Sekolah Vokasi UGM tersebut, langsung diserbu ratusan pelamar kerja.
“Terlebih Yogya juga akan memiliki bandara baru di Kulon Progo tak lama lagi, dan terus bertambahnya maskapai, kebutuhan SDM duniabpenerbangan khususnya FOO ini juga pasti amat besar,” ujarnya
Arif menuturkan, atas dasar masih timpangnya jumlah sekolah yang ada dan besarnya kebutuhan FOO inilah, pihaknya melalui PT. Aeroporos Academy mulai memperlebar jaringannya ke Yogyakarta yang beralamat di Jl. Tunjung No.1, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Arif menuturkan, para pelamar kerja untuk profesi FOO itu nantinya akan diserap oleh induk PT. Aeoroporos Academy yakni Aeroporos Grup untuk dijadikan SDM handal saat berkiprah dalam dunia penerbangan.
Salah satu pelamar untuk profesi FOO Di PT. Aeroporos Academy, Restu Dwi Cahyo, mengaku tertarik untuk ikut pendidikan dan penyaluran kerja itu karena memang menyukai dunia aviasi atau penerbangan sejak lama.
“Saya sudah lama tertarik dengan dunia penerbangan dan ingin berkarya di dalamnya,” ujar pria asal Kebumen itu.
Kepala Sekolah PT. Aeroporos Academy, Yudhi Prakoso, menuturkan pihaknya selain berfokus pada pendidikan FOO juga mengembangkan profesi lain seperti airline staff dan bidang non aviasi lain.
“Fokus akademi kami pada output, kami fokus pada penyaluran setelah menempuh pendidikan lulusan mendapatkan posisi yang diincarnya,” ujarnya.
Sebab diakui Yudhi, ada sejumlah lembaga yang kadang hanya berfokus pada pendidikan bidang penerbangan namun melupakan bagaimana lulusannya terserap dalam dunia penerbangan. Biaya pendidikannya pun sudah mencakup dari proses pendidikan selama 3-4 bulan hingga penerbitan license bagi lulusan untuk memudahkan kerja dengan kisaran Rp 36 juta yang bisa dibayarkan sebanyak 3 termin.
“Biaya pendidikan itu sudah termasuk magang di sejumlah maskapai seperti Citilink dan Batik Air, jadi FOO bisa duduk di kokpit untuk ikut belajar,” ujarnya. (atx/adn)
