Pemakaman Tukang Becak Terhambat karena Biaya, DPRD DIY: Jangan Terjadi Lagi
·waktu baca 2 menit

Warga Yogyakarta baru-baru ini dikejutkan dengan kabar pilu dimana seorang tukang becak bernama Bilal (84) ditemukan meninggal di becaknya dalam posisi meringkuk. Warga Yogyakarta tersebut meninggal dunia usai dinyatakan terpapar COVID-19.
Berbagai narasi muncul di media sosial menceritakan kisah pilu tukang becak Magangan Kulon Kraton, Yogyakarta yang sulit untuk segera dikebumikan. Keterbatasan biaya untuk bedah bumi diduga jadi penyebab jenazah Bilal lama dikebumikan. Dikabarkan jenazah tertahan di rumah sakit selama 3 hari karena keluarga tak punya biaya untuk pemakaman.
Dinas Sosial setempat sempat tak bisa mengambil tindakan memakamkan karena menilai almarhum Bilal bukan orang terlantar dibuktikan dengan kepemilikan KTP dan Kartu Keluarga. Setelah negoisasi Dinsos dan juga pihak kalurahan akhirnya biaya dibantu oleh pihak kedua.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Yudiana mengatakan kejadian yang menimpa tukang becak tersebut sangat memprihatinkan.
"Sangat memprihatinkan jika itu terjadi," ujarnya saat dihubungi pada Satu (24/7/2021) malam.
Pihaknya mengatakan bahwa masalah ini harus dilihat dari dua sisi mengenai kejadian yang seseungguhnya mengapa bisa terjadi. Namun ia tak menampik jika hal itu sunghuh memprihatinkan.
"Kita perlu klarifikasi bagaimana kejadian sebenarnya dari dua sisi. Tetapi kenyataan bahwa ada tukang becak yang meninggal dan lama dimakamkan karena biaya dan komunikasi itu sangat memprihatinkan," katanya lagi.
Huda mengatakan kejadian yang menimpa Bilal seharusnya tak boleh terjadi di Yogyakarta apalagi di tempat lain.
Ketika ditanya soal ada atau tidaknya bantuan pemerintah yang menjangkau dalam kondisi tersebut, pihaknya mengatakan bahwa ada bantuan.
"Program itu ada. Di Kota (Yogyakarta) juga ada," tegasnya.
Oleh karena itu, pihaknya dengan keras menegaskan hal itu jangan sampai terulang kembali.
"Jangan sampai terjadi lagi. Pemerintah harus hadir di saat rakyat sulit," pungkasnya.
