Konten Media Partner

Pemkot Magelang Masih Alokasikan Bansos untuk Masyarakat di Tahun 2023

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemberian bantuan sosial. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemberian bantuan sosial. Foto: Tugu Jogja

Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari APBD, masih menjadi program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang. Hal ini terbukti dengan masih diberikannya Bansos kepada masyarakat, yang belum mendapat batuan dari Pemerintah pusat.

Asisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Magelang, Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, penyaluran bansos menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi ancaman resesi ekonomi tahun ini.

Yonas menyebutkan banyak pengamat ekonomi yang memprediksi bahwa, di tahun 2023 akan terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi. Atas dasar itulah Pemkot Magelang bersiap mengantisipasi untuk mencegah terjadinya sesuatu yang fatal karena resesi ekonomi, bila nantinya benar-benar terjadi.

Prediksi resesi ekonomi cukup realistis mengingat berbagai masalah yang mulai muncul di awal tahun 2023.

kumparan post embed

"Salah satunya adalah dengan menurunnya permintaan produk ekspor, penurunan beberapa harga komoditas, kenaikan suku bunga di negara-negara maju, hingga depresiasi rupiah dan pelambatan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19," ujarnya, Rabu (1/2/2023).

Menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Magelang, setiap tahunnya serta berhasilnya program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dari pemerintah, adalah faktor yang menguntungkan.

“Kita cukup diuntungkan dengan berkurangnya pengangguran karena banyaknya wirausahawan baru, juga pengurangan angka kemiskinan setiap tahunnya, karena program-program yang tepat sasaran,” terang Chrisatrya Yonas, pada Rabu, (1/2/2023).

Dengan masih diberikannya Bansos dan JPS, diharapkan daya beli masyarakat tidak akan menurun dan perekonomian di Kota Magelang akan tetap stabil. Hal ini merupakan upaya Pemkot untuk menekan dampak negatif dari resesi ekonomi di Kota Magelang.

“Itu yang kita harapkan, bersama dengan program-program pemberdayaan masyarakat sesuai visi Walikota Magelang maka kemungkinan dampak buruk resesi ekonomi bisa dicegah,” ungkap Chrisatrya. (her)