Konten Media Partner

Pemprov DIY Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat COVID-19 hingga 30 Juni 2020

Tugu Jogjaverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Kumparan.

Pemerintah Provinsi DIY akhirnya kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana COVID-19. Perpanjangan status ini berlaku hingga 30 Juni 2020 mendatang. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi kelanjutan status tanggap darurat COVID-19 yang akan berakhir tanggal 29 Mei 2020.

Pembahasan kelanjutan perpanjangan masa tanggap darurat ini digelar pada Rabu (27/5/2020) di Ndalem Ageng Kompleks Kepatihan. Sekda Pemprov DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan meski dalam dua hari terakhir tak ada penambahan kasus positif di DIY. Selain itu keputusan ini berdasarkan keputusan Presiden RI, bahwa penganggulangan bencana non alam, tidak ada batas waktunya.

"Perpanjangan (sampai) 30 Juni 2020," ujar Kadarmanta Baskara Aji saat dikonfirmasi.

Landasan penentuan perpanjangan masa tanggap darurat COVID-19 di DIY ini juga berdasar dengan kondisi kesehatan masyarakat, bahwa penularan virus masih berlangsung, meski dalam dua hari terakhit menunjukkan angka 0 (nol) positif.

“Tetapi kita belum pastikan ke depan apakah kita bisa mempertahankan nol positif,” katanya.

Selain itu pertimbangan lainnya yakni dari sisi sosial. Di mana pemprov, pemkab dan pemkot masih harus menyalurkan bantuan sosial (bansos) baik yang berbentuk tunai maupun sembako kepada masyarakat yang roda perekonomiannya terdampak selama masa pandemi COVID-19. Agenda ini bisa terlaksana ketika DIY menerapkan status tanggap darurat.

"Kedua, dalam masa tanggap darurat, tidak hanya bicara soal kesehatan tetapi juga dampak sosial dan ekonomi. Pemda DIY baik kabupaten/kota masih terus melakukan pembagian Bansos, sehingga dibutuhkan masa tanggap darurat," sambungnya.

Selama perpanjangan masa tanggap darurat ini rencananya akan digunakan untuk fokus pada persiapan penerapan new normal yang yang rencananya dimulai pada Juli 2020.

"Kita mempersiapkan new normal ini serius supaya tidak ada (kasus) terkonfirmasi positif. Masyarakat tersosialisasi, maka Juli kita lihat apakah Juni masyarakat disiplin dan Juli bisa new normal," pungkasnya.