Konten Media Partner

Pendapatan Asli Daerah Minim, Pemkab Temanggung Bakal Naikan Tarif PBB

Tugu Jogjaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi uang. Foto: Kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang. Foto: Kumparan.

Lantaran pendapatan asli daerah (PAD), dianggap minim maka Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq berencana menaikan tarif PBB di wilayah yang dipimpinnya. Selain itu, dari pengamatannya sudah bertahun-tahun tidak ada kenaikan tarif PBB.

"Kemungkinan kita akan melakukan evaluasi terhadap tarif PBB sebab sudah bertahun-tahun tidak mengalami kenaikan. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di Temanggung baik di perkotaan maupun pedesaan sangat rendah dibanding harga pasaran yang terus naik,"katanya, Rabu (19/6/2019).

Bupati meyakini upaya itu bisa menjadi salah satu cara menaikan pendapatan asli daerah. Dikatakan, dia logiknya setiap beberapa tahun sekali NJOP itu dinaikan mengikuti harga pasaran tanah yang terus naik.

"Sekarang kita sedang melakukan kajian kemungkinan menaikan NJOP atau melakukan rasionalisasi. Kalau NJOP dinaikan pasti pendapat kita dari PBB juga naik, PAD kita juga akan naik,"katanya.

Sebelumnya DPRD mengkritisi Pemkab Temanggung lantaran dalam beberapa tahun terakhir PAD Kabupaten Temanggung mengalami penurunan. Seperti dikemukakan Anggota Fraksi PDIP Titik Winati yang menyebut PAD tahun 2018 hanya sebesar Rp 278,4 miliar, mengalami penurunan tajam dibanding tahun 2017 sebesar Rp 325,3 miliar. Dia mempertanyakan mengapa hal ini bisa terjadi dan berharap ke depan bisa ditingkatkan. (ari/adn)

Foto: adv.