Konten Media Partner

Pengelola Ngopi In The Sky Jawab Kekhawatiran Netizen soal Keamanan

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan laut selatan di Ngopi In The Sky Gunungkidul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan laut selatan di Ngopi In The Sky Gunungkidul. Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Gunungkidul baru-baru ini memiliki wisata baru yaitu Ngopi In The Sky. Wahana ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan Laut Selatan dari ketinggian sekitar 30 meter.

Sempat viral di media sosial, warganet mempertanyakan faktor keselamatan wahananya. Pasalnya, pengunjung bakal menikmati pemandangan Laut Selatan dari crane. Pihak pengelola menjawab kekhawatiran netizen soal keselamatan wahana itu.

Pemilik atau Pengelola Teras Kaca, Nur Setyo menjelaskan jika crane Ngopi In The Sky cukup aman. Pasalnya dari hitungan tehnis, beban gondola alias minibar untuk pengunjung menikmati kopi dan kemudian ditarik crane beratnya masih jauh di bawah ambang batas beban maksimal yang diperkenankan untuk crane tersebut.

"Bagaimana tidak amannya ya...? Wong bebannya masih jauh dari batas maksimal," ujar dia, Rabu (5/1/2022) ketika dikonfirmasi.

Nur menjelaskan secara teknis satu titik slink untuk mengangkat gondola itu memiliki ambang batas maksimal mengangkat beban 4 ton. Karena slink yang digunakan double sehingga bisa dikalikan 2 bebannya.

"Sehingga totalnya 4 x 2 x 4 titik semua maksimal mengangkat 32 ton," hitung dia.

Padahal, berat gondola yang digunakan hanya 3 ton. Dan ketika ditambah 20 orang penumpang serta 3-4 orang kru maka masih ada rentan kelebihan beban yang cukup banyak. Di samping itu, pihaknya juga selalu melakukan pemeriksaan rutin setiap hari untuk crane beserta fasilitasnya.

kumparan post embed

Nur juga menjelaskan crane yang mereka gunakan juga memiliki digital indikator beban. Hal tersebut menunjukkan jika crane yang digunakan adalah crane terbaru alias crane tersebut sudah merupakan crane modern.

"Jadi cranenya sudah modern njih. Di samping itu kami selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin baik sebelum dan sesudah digunakan," ujar dia.

Karena banyak sorotan berkaitan dengan crane tersebut, pihaknya memutuskan menghentikan sementara operasional crane untuk Ngopi In The Sky. Pihaknya akan berusaha melengkapi dokumen perijinan terlebih dahulu sebelum melanjutkan wahana tersebut.

Dan ia menandaskan jika nanti crane Ngopi In The Sky beroperasi kembali, ia akan menerapkan tarif sebesar Rp 1 juta untuk setiap pengunjung. Kapan beroperasi kembali, Nur mengaku belum mengetahuinya.

"Untuk sementara uji coba saja dulu njih, kalo sudah lengkap dokumennya semua HTM-nya jadi 1 juta njih. kalo sudah lengkap semua dokumennya ya kita beroperasi lagi," tandas dia.