News
·
10 Juni 2021 17:37
·
waktu baca 2 menit

Penjual Cilok yang Dianggap Cantik Ternyata Bukan Pertama Kali Pergi Tanpa Pamit

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Penjual Cilok yang Dianggap Cantik Ternyata Bukan Pertama Kali Pergi Tanpa Pamit (246059)
searchPerbesar
Ima Wulaningsih, penjual cilok asal Gunungkidul yang dianggap cantik dilaporkan hilang oleh suaminya. Foto: istimewa.
Seorang penjual cilok asal Gunungkidul yang sempat viral karena dianggap cantik, Ima Wulaningsih (21) dilaporkan menghilang. Dikabarkan ia pergi dari rumah sejak Minggu (6/6/2021) tanpa pamit pada suaminya.
ADVERTISEMENT
Ujang Setyandi (22), suami dari Ima telah melaporkan kehilangan tersebut ke Mapolsek Wonosari. Pihaknya berharap, sang istri bisa segera ditemukan dan kembali pulang.
"Sabtu malam, dia masih tidur di samping saya. Paginya kok sudah tidak ada," paparnya, Kamis (10/6/2021).
Ujang mengatakan bahwa istrinya pergi dengan gamis berwarna cokelat. Ujang mengungkapkan kepergian istrinya ini bukan kali pertama dilakukan. Karena beberapa waktu lalu istrinya memang sempat menghilang namun sudah kembali lagi ke rumahnya.
"Istri saya pergi tidak bawa apa-apa, hanya gamis coklat yang dipakai saja," lanjutnya.
Ia menceritakan tidak ada gelagat aneh dari istrinya sebelum pergi dari rumah tanpa pamit. Bahkan, sang istri sempat pergi ke salon untuk memotong dan mewarnai rambutnya.
ADVERTISEMENT
"Istri saya ke salon untuk potong rambut dan mengecat rambutnya dengan semir warna hitam. Dia itu tidak pernah meminta apa-apa. Semuanya baik-baik saja," tuturnya.
Ia pun telah mencari Ima ke rumah kelahirannya. Namun di sana ia tak dapat menemukan istrinya tersebut. Tak kunjung pulang, Ujang pun memutuskan untuk melaporkan kehilangan sang istri ke Polsek Wonosari.
Tidak ada yang mengetahui istrinya pergi ke mana. Hanya saja ada salah satu tetangganya yang curiga pada Minggu dinihari ketika istrinya pergi dari rumah, tetangga tersebut melihat ada mobil berhenti tak jauh dari rumah mereka tinggal.
"Tetangga katanya ada yang melihat mobil berhenti," ujarnya.