Konten Media Partner

Permintaan Nakes Lulusan SMK Kesehatan untuk Kerja di Luar Negeri Tinggi

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto: Pixabay

Permintaan perawat dan tenaga kesehatan lulusan SMK kesehatan di Yogyakarta ke luar negeri cukup tinggi. Namun berbagai kendala masih menghambat pengiriman perawat atau tenaga kesehatan lulusan SMK ke luar negeri.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Tugiman mengungkapkan permintaan perawat dan tenaga kesehatan lulusan SMK ke luar negeri sebenarnya cukup banyak. Tak hanya Asia namun Timur Tengah dan bahkan Eropa.

"Perawat dan tenaga kesehatan lulusan SMK kita cukup diminati. Kompetensi mereka sudah bisa bersaing di luar negeri," ujar Tugiman, Jumat (17/12/2021) saat menghadiri ulang tahun SMK Kesehatan Binatama.

Menurut Tugiman, kendati masih SMK namun mereka sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, kelebihan lulusan SMK Kesehatan DIY dibanding dengan negara lain adalah mereka lebih sabar dalam menangani pasien.

Hanya saja, pengiriman perawat dan tenaga kesehatan lulusan SMK Kesehatan masih terkendala izin dari orangtua. Karena tidak sedikit orangtua yang tidak bersedia menjadi perawat dan tenaga kesehatan di luar negeri.

"Istilahe masih mbok-mboken (manja),"ungkap dia.

Kepala Sekolah SMK Kesehatan Binatama, Nuri Astuti mengungkapkan sebenarnya permintaan perawat dan tenaga kesehatan lulusan SMK Kesehatan ke luar negeri sangat tinggi. Negara seperti Jepang, Korea Selatan hingga ke Jerman sudah mengirimkan permintaan.

Namun kendalanya memang ada di siswa sendiri yaitu lebih banyak karena tidak ijin dari orangtua. Biasanya orangtua memilih agar anaknya bekerja di Indonesia saja atau meneruskan kuliah sesuai dengan kompetensinya.

"Permintaannya tinggi banget. Tapi kita tidak bisa memenuhinya," ujarnya.

Menurut Nuri, meskipun SMK namun sudah banyak yang berminat merekrutnya. Karena memang kompetensi mereka sudah sesuai yang dibutuhkan. Selama ini di SMK teori dan praktek coba dilaksanakan dalam pembelajaran