Pertanian Masih Jadi Sektor Terbesar Serap Tenaga Kerja

Kementerian Pertanian mencatat tenaga kerja pertanian Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja nasional masih memiliki kontribusi terbesar yakni sekitar 35,3% sesuai pemetaan kementerian terakhir.
Dalam situasi itu kini sektor pertanian memiliki tantangan berupa jumlah petani muda yang setiap tahun terus menurun.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, merinci berdasarkan hasil analisis terhadap data Sensus Pertanian 2003–2013, diketahui tenaga kerja pertanian didominasi tenaga kerja usia tua lebih dari 40 tahun.
"Ternyata tenaga kerja usia muda jumlahnya tidak banyak dan cenderung merosot dibandingkan 10 tahun sebelumnya," ujar Dedi ditemui usai membuka forum Symposia Nasional Pendidikan Vokasi 4.0 dan Lokakarya Politeknik Pertanian di Yogyakarta Rabu (27/11) sore.
Untuk mengatasi tantangan sumber daya bidang pertanian itu, Dedi menilai paradigma pendidikan vokasi dibutuhkan. “Pendidikan vokasi, pelatihan vokasi itu mutlak untuk menciptakan para sumber daya manusia pertanian yang professional,” ucapnya.
Pendidikan vokasi melalui pelatihan vokasi saat ini digenjot kemampuan kapasitas pertaniannya. Utamanya petani milenial karena mereka merupakan generasi penerus.
"Saat ini masih belum match antara supply dan demand tenaga kerja pertanian, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan inovasi teknologi serta menghasilkan lulusan yang professional, berjiwa kewirausahaan, kreatif, dan berkarakter tangguh," pungkasnya. (atx)
