Petani di Jogja Diharapkan Mampu Penuhi Kebutuhan Kolektor Tanaman Aglonema
·waktu baca 3 menit

Tanaman aglonema menjadi salah satu bintang di dunia tanaman hias. Banyak masyarakat yang memburunya karena corak daunnya yang indah dan motifnya yang bervariasi.
Ada puluhan jenis aglonema koleksi yang bisa dikembangkan. Namun sayangnya, di Yogyakarta sendiri rupanya para petani belum mumpuni untuk memenuhi kebutuhan kolektor terhadap permintaan tanaman hias tersebut.
Guna menggaet warga untuk membudidayakan tanaman Aglonema, Asosiasi Aglonema Nusantara (Asa) Sri Rejeki dipercaya untuk menyelenggarakan Aglaonema Indonesian Contest ke 4 tingkat regional di Pakuwon Mall Yogyakarta.
Ketua DPP ASA (Asosiasi Aglaonema Nusantara), Raden Agus Choliq mengatakan kebutuhan akan tanaman hias ini harus mampu dipenuhi dari dalam negeri sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan produksi tanaman aglonema termasuk di Yogyakarta.
"Value yang akan kami ambil (dalam kontes ini) bahwasanya selama ini aglonema masih kita datangkan dari berbagai negara, ada yang dari Thailand yang paling banyak. Kami ingin penghobi penghobi dan penikmat aglonema didatangkan dari negeri sendiri," kata Ketua DPP ASA (Asosiasi Aglaonema Nusantara), Raden Agus Choliq, Minggu (19/2/2023).
Permintaan terhadap tanaman hias di Indonesia itu cukup tinggi. Bahkan Choliq menyebut, selama ini Indonesia selalu mengimpor 5-6 juta dari beberapa negara untuk memenuhi minat beli masyarakat terhadap tanaman aglonema setiap tahunnya.
Oleh karena itu, melalui kontes yang dihadirkan kali ini, ia mendorong agar banyak petani lokal mulai membudidayakan tanaman aglonema.
Agar yang nantinya di mana Jogja yang saat ini baru bisa menyerap 20 hingga 30 ribu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ke depannya dapat lebih banyak lagi memproduksi terhadap tanaman aglonema itu.
"Kita selalu impor 5-6 juta pohon setiap tahun, di DIY saya harapkan banyak muncul petani petani paling tidak sebulan 20-30 ribu yang masih bisa diserap di pasaran. Saya ingin petani petani di DIY ini muncul," ujarnya.
Dalam kontes ini, masing-masing juri akan menilai 5 kategori yaitu antara lain Juvenile Greg Hybrid, Tunggal Dewasa Greg Hybrid, Majemuk Greg Hybrid, Juvenile Umum, Tunggal Dewasa Umum yang dilombakan.
Ketua Panitia AIC #4, Annas Susila Admaja mengatakan sebanyak 152 tanaman pot yang berasal dari berbagai daerah berpartisipasi mengikuti ajang kontes ini.
Masing-masing kategori akan dinilai dari sisi kecantikan, kesehatan hingga keserasian bunga yang ditampilkan.
"Kali ini kami menargetkan jumlah peserta 150 pot tanaman dan dari hasil pendaftaran didapatkan peserta sebanyak 152 pot tanaman," kata Ketua Panitia AIC #4, Annas Susila Admaja.
Pembina ASA Indonesia, Gregori Ranadi Hambali menuturkan keindahan tanaman hias aglonema jika dirawat dengan baik maka hasilnya akan baik dan memiliki nilai jual tinggi. Adapun cara merawat tanaman aglonema menurutnya tidaklah sulit, hanya saja perlu ketelatenan.
"Namanya tanaman hias harus cantik. Perawatan saya kira tidak sulit, kalau kita tau kebutuhan secara umum dalam arti sinar, tentunya nutrisi, kebutuhan haranya kita perhatikan," ucapnya.
Terkait perkembangan tanaman aglonema di Kabupaten Sleman sendiri, Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Perikanan kabupaten Sleman, Liem Astuti menilai sudah tergolong bagus, di mana pada 2021 terdapat 17.900 pohon aglonema dan pada 2022 mencapai lebih dari 54.700 pohon.
"(Artinya) terjadi kenaikan sebesar 182,76 persen. Wilayah pengembangan di Sleman tentu saja yang pertama ada di Tridadi, yang ke dua di Cangkringan, Ngemplak dan beberapa wilayah lainnya," pungkasnya.
