Konten Media Partner

PHRI Gunungkidul Bersiap Menghadapi New Normal

Tugu Jogjaverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisata Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Wisata Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Foto: Istimewa.

New normal menjadi harapan baru bagi pelaku industri pariwisata mengingat pandemi COVID-19 belum tentu akan berakhir dalam waktu dekat ini. Dengan new normal para pelaku industri pariwisata berharap roda perekomian kembali bergerak sehingga sektor pariwisata bisa berputar kembali.

Hanya saja, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto berharap penerapan new normal ini tak terbentur dengan birokrasi pemerintahan. Ketidakpastian ini nanti akan semakin membuat industri pariwisata semakin terpuruk dan beban pemerintah kian berat.

Menurut dia, jika pembukaan wisata menunggu dinas membangun perangkat standar COVID-19, maka akan memakan waktu yang lama. Oleh karenanya, ketimbang membuat rumusan pedoman, Sunyoto menyarankan Dinas Pariwisata (Dispar) untuk meminta para pelaku wisata yang menyiapkan sendiri semua fasilitas standar kesehatan tersebut.

"Saya kira itu lebih efektif dan realistis," tuturnya, Rabu (27/5/2020).

Nantinya Dispar melakukan pengecekan dan monitoring langsung ke lokasi wisata, untuk memastikan apakah fasilitas standar tersebut sudah siap digunakan. Seiring dengan itu, maka Dispar sebenarnya bisa menyiapkan perangkat atau pedoman yang baku mengenai standar COVID-19 itu.

Sunyoto sendiri menyatakan sudah meminta para anggotanya untuk bersiap menyambut pemberlakuan new normal tersebut. Ia meminta kepada para anggota untuk berbenah dan menyiapkan seluruh fasilitas sesuai anjuran dalam menghadapi new normal.

"Pembenahan tersebut sejalan dengan rencana PHRI DIY yang akan membuka kembali aktivitas perhotelan pada Juni mendatang," tambahnya.

Meskipun demikian, Dispar DIY sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi kapan aktivitas new normal dimulai. Ia berharap semua anggota PHRI Gunungkidul sudah siap dan sudah memenuhi standar minimal yang diharuskan.

Bidang Pemasaran Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran, Heru Purwanto mengaku pihaknya juga telah memberikan sejumlah masukan ke Dispar Gunungkidul terkait pedoman new normal untuk sektor pariwisata. Selain pengadaan fasilitas, Heru menginginkan tingkat kunjungan wisata tetap dibatasi. 

"Pembatasan diperlukan untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19. Kami sarankan ada pembatasan jam kunjungan. Reservasi pun diupayakan melalui sistem online (daring)," kata Heru melalui pesan singkat.