Konten Media Partner

Pintu Air Bendungan Waduk Sermo Ditutup

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pintu Air Bendungan Waduk Sermo Ditutup
zoom-in-whitePerbesar

Mulai Senin (23/7), pintu air bendungan waduk Sermo Kulon Progo akan ditutup. Penutupan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) tersebut karena kebutuhan irigasi mulai dari wilayah ulu sampai hilir telah tercukupi. Semula, pintu air bendungan waduk ini dibuka karena ada perbaikan saluran irigasi (intake) Kalibawang.

Koordinator Petugas Monitoring Bendungran Waduk Sermo, Novika Prabowo mengatakan, kecukupan irigasi di wilayah hulu dan hilir di Kulon Progo dirasa sudah terpenuhi. Sehingga kebutuhan air untuk irigasi dirasa sudah bisa teratasi sehingga pihaknya memutuskan untuk menutup pintu bendungan waduk terbesar di DIY ini.

"Ambil alih peran irigasi sudah berhasil dilaksanakan, dan sudah bisa dihentikan sementara,"tuturnya, Senin (23/7).

Pembukaan pintu air bendungan Waduk Sermo sejatinya berpengaruh terhadap debit air di waduk ini. Sebab, selama pintu air bendungan Waduk Sermo dibuka, tinggi permukaan air waduk ini mengalami penyusutan. PIhaknya mencatat, terjadi penurunan cukup signifikan tinggi air bendungan Waduk Sermo.

Sebelum dibuka, pihaknya mencatat tinggi permukaan air waduk Sermo ada di level 136,54 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun setelah pintu bendungan waduk sermo ini dibuka, tinggi permukaan air turun menjadi 124,74 mdpl. Jika dibiarkan tetap dibuka, maka akan mengancam persediaan dan pasokan air di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya.

Namun, pihaknya nanti akan berupaya menjaga tinggi muka air Waduk Sermo berada di level paling rendah, yakni pada angka 122 mdpl. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya air ketika musim penghujan tiba. Novi menyebut, fungsi utama bendungan untuk mengantisipasi banjir di suatu wilayah dengan pola pengaturan tersebut.

Selama ini, Waduk Sermo mampu mengalirkan air bersih sebanyak 4.500 meter kubik perhari ke pemukiman-pemukiman yang ada di bawahnya. Dalam sebulan, warga di seputaran Waduk Sermo mengkonsumsi 130.000 meter kubik dari Waduk Sermo. Jika dibiarkan tetap terbuka, pihaknya khawatir kebutuhan air bersih tersebut tidak akan terpenuhi hingga musim penghujan nanti.

"Oleh karena itu, dalam rapat terakhir kami memutuskan untuk menutup pintu air Bendungan Waduk Sermo,"tambahnya.

Namun ia menjamin, untuk saat ini cadangan air di Waduk Sermo masih aman untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga bulan Oktober mendatang. Selain itu, air yang ada di waduk Sermo ini juga untuk cadangan siaga musim kemarau pada masa tanam ke 3 di sekitar wilayah waduk tersebut. (erl)