Konten Media Partner

Polresta Yogyakarta Kerahkan 580 Personel untuk Amankan Ibadah Paskah 2023

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas kepolisian saat mengamankan Gereja Kotabaru, Kamis (6/4/2023). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas kepolisian saat mengamankan Gereja Kotabaru, Kamis (6/4/2023). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja

Polresta Yogyakarta mengerahkan 580 personel untuk melakukan pengamanan dan penjagaan selama ibadah masa paskah di Gereja Katolik yang ada di setiap Kemantren (kecamatan).

Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan pengamanan itu akan mengikuti jadwal pelaksanaan ibadah di setiap Gereja. Selain dari pihaknya, ada pula penjagaan yang dikerahkan oleh Polsek setiap wilayah yang akan berlangsung pada Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah hingga Minggu Paskah.

"Semua fungsi dilibatkan jumlahnya sekitar 580 personel. Semua personel diploting ke gereja-gereja yang ada proses peribadatan," kata Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharjo, saat dijumpai di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Kamis (6/4/2023).

Guna memastikan kondusifitas, saat ini, pihaknya bersama Sat Brimob Polda DIY tengah memantau dan melakukan sterilisasi di berbagai kompleks Gereja. Ada 3 tempat yang disambangi antara lain Gereja Santo Antonius Kotabaru, Gereja Santo Fransiscus Xaverius Kidul Loji Gondomanan dan Gereja Santo Albertus Jetis.

Sejauh ini, Timbul mengungkap bahwa tak ada benda mencurigakan yang ditemukan dalam penyusurannya baik di dalam maupun luar Gereja.

“Secara umum Polresta juga ikut mem-backup pelaksanaan pengecekan Gereja Kotabaru. Jadi secara umum sudah kita pantau juga dan pengecekan juga. Untuk hal-hal mencurigakan atau benda terlarang di lokasi tidak ditemukan,” ujarnya.

Sementara Panit Jibom Sat Brimob Polda DIY, Aiptu Hanang Setiawan menuturkan membawa 8 personel untuk melakukan penyusuran tersebut. Mereka juga menggunakan sejumlah alat untuk mendukung proses sterilisasi gereja.

“Kami pakai alat mirror set, x-ray, ada magnetik dan sebagainya. Kita gunakan untuk sterilisasi di Gereja ini. Fungsinya untuk menjangkau tempat-tempat yang kecil, lalu mirror untuk menjangkau titik yang sulit,” jelas Panit Jibom Sat Brimob Polda DIY, Aiptu Hanang Setiawan.

Selain itu, pihaknya Hanang juga menggunakan robot surveillance dalam sterilisasi ini untuk mendeteksi benda-benda yang mencurigakan dan menjangkau sudut yang sulit terjangkau.

"Namanya robot surveillance, untuk mendeteksi tempat-tempat yang sulit dijangkau," paparnya.

Terkait kapasitas jemaah yang akan beribadah, Staff Sekretariat Paroki Kotabaru, Eka Rahayu mengatakan menambahkan beberapa tenda di samping dan depan gereja. Jika diestimasikan bisa menampung sebanyak 2500 orang hingga 3000 orang sekali perayaan Ekaristi nya.

"Iya satu kali ibadah (bisa mencapai) 2500-3000 (jemaah) tetapi biasanya bisa lebih. Mereka sudah kita buatkan tenda di pinggir jalan, (biasanya) masih banyak yang berdiri," pungkasnya.