kumparan
17 Juli 2019 19:40

Potensi Tsunami Laut Selatan Jawa Capai Ketinggian 20 Meter

Ilustrasi gelombang tinggi. FOto: Kumparan.
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) menyebut adanya potensi gempa bumi dan tsunami di selatan Jawa dengan magnitudo cukup besar. Pantai Selatan (Pansela) Jawa berpotensi gempa dan tsunami, sudah masuk buku peta gempa yang dikeluarkan tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Perekayasa BPPT, Widjo Konko, menyatakan adanya segmentasi Megatrus yang berada di Selatan Pulau Jawa yang mengarah agak ke timur hingga Pulau Sumba dan berjalan ke barat yaitu, Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga Selat Sunda yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera.
Keberadaan Megatrust tersebut menimbulkan potensi gempa dengan magnitudo sebesar 8,5-8,8. Melalui pemetaan model numerik, jika gempa bumi berkekuatan 8,8 magnitudo terjadi, maka untuk wilayah DIY potensi tsunami bisa mencapai ketinggian 20 meter dan air laut masuk ke daratan sejauh 3-4 kilometer. Sementara, peta potensi tsunami hanya sekitar 30 menit untuk sampai ke daratan.
"SOP (Standar Opeational Procedure) atau prosedur BMKG harus mengeluarkan peringatan dini maksimal 5 menit setelah gempa," tuturnya, Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
Dengan lima menit mengeluarkan peringatan dini, maka golden time hanya 25 menit dari gempa. Artinya, waktunya tidak terlalu panjang untuk melakukan segala macam prosedur evakuasi dan sebagainya, dalam menangani gempa yang sebelumnya terjadi tersebut.
Widjo menyebutkan, Megatrus di selatan Pulau Jawa memiliki segmentasi dengan panjang 300 hingga 500 kilometer, tergantung magnitudo yang berkorelasi dengan patahan. Gempa 2004 yang lalu, Megatrus bisa mencapai panjang 1.200 kilometer. Sehingga wilayah yang terdampak atau terasa getarannya juga cukup luas.
"Tsunami awalan waktu 2004 lalu sekitar 7,5 meter kemudian merambat ke segala arah dan 30 menit kemudian mengarah ke pantai selatan," terangnya.
Apabila Epicenter maksimum, maka ia berpesan harus ada skenario untuk mitigasi. Namun demikian, ia mengharapkan tsunami yang terjadi tidak mencapai 20 meter. Sehingga ancamannya juga tidak mencapai seperti yang diprediksi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Potensi gempa di Selatan Pulau Jawa memang tinggi karena pergerakan aktif Lempeng seperti Indo-Australia dan Euroasia. Pergerakan lempeng ini memiliki kekuatan untuk pergerakan 3 sentimeter hingga 7 sentimeter per tahun dari posisi semula. Dari pergerakan tersebut ada potensi energi yang lepas cukup besar.
"Oleh karena itu, mitigasi bencana itu harusnya end to end," tandasnya.
BMKG masuk sebagai prinsipal yang harus memberikan informasi, monitoring alat, dan sebagainya. Sementara pemerintah daerah melalui BNPB ataupun BPBD bertugas menindaklanjuti informasi tersebut agar potensi kerusakan dan korban jiwa bisa diminimalisir.
Supervisor Pusat Gempa BMKG Regional 7, Nugroho Budi Wibowo, menyebutkan berkaitan dengan gempa dan tsunami. BMKG memiliki tugas memberikan peringatan dini dan menyajikan data. Ada empat tahapan peringatan dini yang akan dilakukan oleh BMKG ketika terjadi gempa bumi di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
Peringatan dini I yang dikeluarkan merupakan parameter gempa. Peringatan dini kedua berisi estimasi waktu tiba, dan peringatan dini ketiga sudah dilengkapi data pengukur tinggi gelombang yang ada di beberapa pantai. Kemudian peringatan terakhir adalah peringatan berakhirnya potensi tsunami yang ada karena gempa.
"Banyaknya rangkaian informasi ini memang bisa membingungkan masyarakat sehingga perlu sosialisasi," ujarnya.
"Interval SOP lima menit pertama, updating kedua tergantung jumlah sinyal yang sudah masuk. Namun dalam prosedur kami sebenarnya harus kurang dari 10 menit," tambahnya. (erl/adn)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan