Program Green Economy Village Dikembangkan di Gunungkidul untuk Masyarakat
·waktu baca 3 menit

Pengembangan energi biomassa kayu dengan memanfaatkan hutan menjadi energi dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul. Pengembangan ini jadi salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat Gunungkidu.
PT PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI melakukan kunjungan ke lahan tersebut. Adapun tanaman yang dikembangkan yakni gamal, gmelina, kaliandra merah dan Indigofera.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung program tersebut, hal itu dianggap penting dan strategis. Pohon kleresede yang sudah ditanam berfungsi multiguna untuk masyarakat karena daunnya bisa digunakan untuk pakan ternak sementara batang pohonnya sebagai bahan bakar. Ketika masyarakat menanam, tentu akan membawa hasil yang bernilai ekonomi ke depan.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis energi sehingga dapat mendorong inovasi, investasi, dan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memperkuat sistem energi negara. Maka bila lahannya bertambah tentu kebutuhan bibit naik, ini tentu menjadi hal baik juga bagi warga,” ungkap Sultan HB X, Sabtu (23/3/2024).
Sultan HB X menambahkan, bahwa pasokan energi yang stabil dan andal merupakan kebutuhan pokok penerangan sehari-hari, transportasi, hingga sektor industri yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.
Sementara Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti mengatakan pengembangan energi baru terbarukan dari biomassa kayu menjadi salah satu antisipasi terhadap menipisnya energi, hal itu juga menjadi tantangan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi.
“Kami dorong pemanfaatan limbah kayu dan hasilnya ini menjadi biomassa, sehingga tidak ada tersisa limbah pohon, semuanya bermanfaat baik daun maupun kayunya,” tambahnya.
Program penghijauan yang melibatkan masyarakat dalam rangka menurunkan emisi terutama disisi hulu rantai pasok biomassa menuju NZE 2060.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan, pencapaian program Green Economy Village memiliki konsep pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan, sosial, maupun pemerintahan (governance). Mulai dari tata kelola pakan, pangan, dan konservasi hutan hingga air.
"Kami menggunakan konsep sirkular ekonomi lewat penanaman tumbuhan multifungsi tadi. Di mana, daunnya dapat digunakan sebagai pakan ternak, dan batangnya sebagai bahan baku energi terbarukan biomassa,"paparnya saat doorstop bersama media di lokasi Tempat penanaman di Embung Ngrejek, Gombang, Gunung Kidul. Jumat (22/3/2024).
Antonius melanjutkan, jumlah pohon bahan baku Biomassa yang sudah ditanam sebanyak 50 ribu pada tahap pertama tahun 2023. Dan kini, 50 ribu pohon lagi ditanam pada tahap kedua pada tahun ini.
"Pohon yang ditanam pada tahap pertama sudah bisa diambil daunnya. Saat ini Kami menerima 20 ekor kambing Etawa di dua kalurahan yang diberi pakan dari daun tumbuhan biomassa. Jadi konsepnya memang berkelanjutan," ujarnya. (Len)
