Puluhan Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat di YIA Tuntut Pengembalian Dana
ยทwaktu baca 2 menit

Belum lama ini, media sosial sedang diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan puluhan calon jemaah umrah terlantar di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kulon Progo pada Jumat (17/3/2023).
Sekitar 38 calon jemaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci lantaran ditipu oleh Mabari Travel Rembang yang menjadi agen perjalanan paket umroh itu.
Mereka kemudian diamankan oleh kepolisian Temon Polres Kulon Progo di area bandara YIA usai mendapatkan laporan tersebut. Dari hasil pendalaman informasi itu, peserta jemaah umrah tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Rembang, Jawa Tengah.
"Perusahaan agen traveling yang membawai peserta jemaah umrah adalah "Mabari Travel & Tour" yang beralamatkan di Kragan, Rembang, Jawa Tengah. Nama pengepul jemaah Ali Ahmadi, 1965,Tani, d.a Kragan Rembang," kata Kasi Humas polres KP, Iptu Triatmi Noviantri, Sabtu (18/3/2023).
Novianti menyebut jumlah calon jemaah Umrah itu awalnya sebanyak 44 orang, namun 6 orang di antaranya mengundurkan diri, sehingga jumlah yang akan berangkat sebanyak 38 orang.
Adapun kronologi terkait keberangkatan itu melalui Kristiyani Wahyuningtyas (51) warga Bantul yang kemudian disalurkan melalui PT Amanah Tour dan Travel Berkah Mandiri.
Biaya keberangkatan Umrah seharusnya dibayar ke PT Amanah Tour sejumlah Rp 22 juta masing-masing orang sementara dari pihak penyalur meminta kepada calon jemaah umrah sebesar Rp 24 juta. Dikarenakan ada perubahan tersebut, sehingga masih terdapat kekurangan pembayaran, yang seharusnya total Rp 912 juta baru dibayarkan 659 juta.
"Invoice uang yang sudah masuk dibayarkan oleh Sdri.Kristiyani sejumlah 659.000.000 sehingga ada kekurangan 253.000.000. Dari pihak PT sudah menyampaikan untuk segera dilunasi namun gagal bayar sehingga tiket domestik dari Indonesia melalui Kuala lumpur Malaysia belum dibayarkan dan mengakibatkan calon jemaah umrah gagal berangkat," jelas Noviantri.
Salah satu calon jemaah umrah mengaku telah melakukan perjalanan dari Surabaya menuju asrama haji. Namun setibanya di bandara YIA, mereka justru terlantar tak memiliki tiket untuk berangkat, hingga akhirnya di arahkan ke Hotel Primitif, Toyan, Wates, Kulonprogo.
Noviantri mengatakan, calon jemaah umrah yang gagal berangkat itu kini menuntut kepada pihak agen travel agar dikembalikannya dana umrah yang telah disetorkan oleh para calon jemaah umrah sesuai setoran masing-masing individu.
"Rencana siang ini Kapolsek Temon Kulonprogo akan memediasi, calon jemaah , pihak pengepul dan manajemen PT Amanah berkah mandiri, info kapolsek temon dihubungi via telepon," pungkasnya.
