Raja KAS Sebut Pentagon Adalah Dewan Keamanan KAS, Bukan Milik Amerika

Kehadiran Keraton Agung Sejagat (KAS) menggegerkan warga Purworejo. Sosok pria yang mengklaim sebagai Raja KAS, Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun. KAS ini menjadikan Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, sebagai lokasi markas KAS.
Bahkan, Sinuhun mengklaim bahwa Kerajaan Agung Sejagat memiliki wilayah kekuasaan di seluruh dunia. Ia pun mengungkapkan bahwa tatanan dunia yang terbesar adalah kekaisaran dan yang paling kecil adalah republik.
“Keraton Agung Sejagat punya alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat memiliki International Court of Justice dan Fefense Council,” ujar Raja KAS, Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun, saat jumpa pers, Minggu (12/1).
“Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika,” lanjutnya.
Belum diketahui secara pasti dari mana Sinuhun mengklaim hal tersebut. Ia menyebutkan bahwa kini pengikut KAS berjumlah 425 orang dan akan bertambah seiring berjalannya waktu.
“Kami muncul untuk menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit di tahun 1518,” ujar Sinuhun.
Perjanjian tersebut dilaksanakan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Majapahit dengan portugis sebagai wakil orang-orang barat di Malaka pada tahun 1518. Menurut Sinuhun, berakhirnya kekaisaran tersebut maka berakhir pula dominasi kekuasaan orang Barat dalam menguasai bumi.
Sehingga, lebih lanjut, kekuasaan tertinggi atas dunia harus dikembalikan pada pemiliknya, yang katanya adalah Keraton Agung Sejagat yang ada di Purworejo. Terpilihnya Purworejo jadi Istana Keraton Agung Sejagat lantaran Mataram telah berdiri di Solo dan Yogyakarta.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa sudah saatnya Bangsa Jawa membawa zaman yang penuh perbudakan dan kesengsaraan menuju zaman yang penuh kemuliaan dan kebahagiaan.
“Kami akan bebaskan manusia dari perbudakan global yang dijalankan oleh sistem jahat yaitu Bank Central,” katanya. (gbr)
