Konten Media Partner

Ratusan Ekor Ternak Terpapar PMK, Pasar Hewan di Temanggung Ditutup

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeriksaan hewan ternak di Pasar Hewan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Foto: ari/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan hewan ternak di Pasar Hewan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Foto: ari/Tugu Jogja

Ratusan ekor hewan ternak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini membuat pemerintah mengambil langkah taktis dengan dengan menutup sementara operasional pasar hewan.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, untuk sementara pasar hewan di wilayahnya ditutup yakni terhitung mulai tanggal 9-22 Juni 2022. Hal itu sebagai upaya antisipasi agar kasus PMK tidak semakin berkembang atau meluas penyebarannya.

"Kasus PMK di Kabupaten Temanggung, akhir-akhir ini mulai menyebar, terdeteksi dan mengalami perkembangan. Kalai sebelumnya ada 149 sapi terjangkit PMK, sekarang ini diketahui sudah meningkat menjadi 155 kasus PMK. Angka kasus PMK masih tren kenaikan sehingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung mengambil langkah menutup pasar hewan yang ada di Kabupaten Temanggung,"katanya, Rabu (8/6/2022).

kumparan post embed

Khadziq berharap dengan penutupan pasar hewan ini penyebaran PMK bisa dikendalikan. Melalui penutupan ini pula diharapkan memasuki bulan Dzulhijah atau Idula Adha nanti kasus PMK sudah berkurang jauh.

"Kalau PMK nya nanti bisa ditekan, berkurang jauh. Setidaknya nanti tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat dalam pengadaan hewan kurban,"katanya.

Tak hanya penutupan, tapi saat ini tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan dan dari lintas sektor, baik dari Polres maupun Kodim terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan di lapangan untuk pencegahan penularan PMK.

"Sampai sekarang belum ditemukan sapi mati di Temanggung karena PMK, tetapi sapi yang kondisi kesehatannya mengkhawatirkan kemudian disembelih itu sekitar 10 ekor. Penularan ke binatang lain seperti kambing atau domba belum ditemukan dan kami terus waspada dan berhati-hati mencermati setiap perkembangan yang terjadi dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan supaya tidak merugikan masyarakat,"katanya.

Bupati meminta peternak maupun pedagang ternak di Kabupaten Temanggung, serta masyarakat pada umumnya bisa memahami kondisi tersebut. Penutupan pasar hewan ini, disadarinya memang sebuah keputusan yang tidak enak, akan tetapi terpaksa harus dilakukan demi pengamanan agar ternak masyarakat tidak semakin banyak tertular PMK.

"Memang penutupan pasar hewan itu sebuah keputusan tidak enak, tapi ini semua demi kebaikan bersama. Karena kalau semakin banyak yang tertular masyarakat sendiri yang akan mengalami kerugian,"tegasnya.(ari)