Konten Media Partner

Ratusan Warga Yogyakarta Rebutan Berkah di 'Grebeg Maulud'

Tugu Jogjaverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunungan Grebeg Maulud. Foto: adn
zoom-in-whitePerbesar
Gunungan Grebeg Maulud. Foto: adn

Salah satu tradisi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam memperingati Kelahiran Nabi Muhammad adalah menggelar Grebeg Maulud. Gunungan berisi berbagai makanan dan hasil bumi ini adalah wujud sedekah sang Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Di era modernisasi ini, rupanya masih ada kepercayaan yang dipegang oleh sebagian warga Yogyakarta soal Grebeg Maulud. Yakni, mereka yang berhasil mendapatkan hasil bumi dari gunungan akan mendapatkan keberkahan. Hal inilah yang membuat banyak masyarakat antusias memperebutkan isi gunungan. 

Warga yang ikut rebutan gunungan Grebeg Maulud di Masjid Gedhe Kauman, Minggu (10/11/2019). Foto: adn.

Sejak Minggu pagi (10/11/2019), ratusan warga Yogyakarta telah memadati tiga area tempat gunungan diletakkan yaitu di Masjid Gedhe Kauman, Kepatihan, dan Pakualaman. Warga juga terlihat memadati Alun-alun Utara untuk melihat proses Grebeg Maulud.

Beberapa diantaranya bahkan membawa kantung plastik untuk meletakkan berbagai makanan dan hasil bumi yang berhasil didapatkan dari gunungan yang telah disebar. Cuaca panas tak menghalangi mereka untuk 'ngalap berkah' di Grebeg Maulud kali ini.

Heni Tri Winarsih, warga asal Yogyakarta, mengaku percaya bahwa Keraton Yogyakarta dengan mendapatkan hasil bumi dari gunungan dalam Grebeg Maulud mampu membawa keberkahan.

Warga yang ikut rebutan gunungan Grebeg Maulud di Masjid Gedhe Kauman, Minggu (10/11/2019). Foto: adn.

"Kepercayaan tersendiri, tidak bisa dibeli, tidak bisa dipertanyakan, bagaimana kita bisa percaya seperti itu. Itu sudah dari hati," ujarnya saat ditemui usai Grebeg Maulud di Masjid Gedhe Kauman.

Sama halnya dengan Heni, Anang Maruf juga mengungkapkan hal yang sama. Ia pun tak pernah absen dalam 'ngalap berkah' di berbagai Grebeg yang digelar Keraton.

"Katanya di rumah bisa jadi lebih enak, gitulah," ujarnya.