Konten Media Partner

Reaktivasi Rel dan Infrastruktur Kereta Lama, Ini Rencana Jalur Kereta Komuter DIY

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Reaktivasi Rel dan Infrastruktur Kereta Lama, Ini Rencana Jalur Kereta Komuter DIY
zoom-in-whitePerbesar

Pemerintah DIY berencana melakukan reaktivasi jalur rel dan infrastruktur kereta api lama. Selain itu, Pemerintah DIY juga akan berupaya membangun jalur komuter baru di DIY. Tujuannya untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah ini sekaligus juga mampu menjadi daya dongkrak perekonomian warga setempat.

Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Yuni Karuniawati menyatakan, untuk membangun jalur komuter dan reaktivasi rel yang lama. Dua skenario disiapkan yaitu dengan menghidupkan jalur rel yang sudah ada dan juga membuat jalur rel baru dengan cara elevated. Bahkan Gubernur telah mengeluarkan Peraturan Gubernur DIY No 9 tahun 2017. Tiga jalur kereta komuter yang akan menjadi prioritas pengembangan.

"Tiga jalur tersebut adalah Bandara Kulon Progo-Brambanan, Jalur Bandara Kulon Progo-Parangtritis dan Jalur Borobudur-Samas. Jalur barat ke timur dan utara ke selatan ini akan berpotongan di Samas,"ungkapnya.

Untuk pembangunan kereta bandara baru, pemerintah menargetkan akan selesai tahun 2020. Jalur yang dilalui adalah Bandara Kulonprogo-Kedundang-Yogyakarta-Brambanan. Stasiun yang akan dilalui di antaranya Stasiun Bandara Kulonprogo, Stasiun Kedundang, Stasiun Wates, Stasiun Kalimenur, Stasiun Sentolo, Stasiun Sedayu, Stasiun Rewulu, Stasiun Patukan, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Timoho, Stasiun Janti, Stasiun Maguwo, Stasiun Kalasan, dan Stasiun Brambanan di selatan Candi Prambanan.

Sementara jalur Borobudur-Samas direncanakan akan selesai tahun 2029 yaitu dengan menghidupkan Jalur kereta dari Borobudur –Yogyakarta – Palbapang hingga pantai Samas. Stasiun yang bakal dihidupkan diantaranya Stasiun Borobudur, Stasiun Mendut, Stasiun Pabelan, Stasiun Muntilan, Stasiun Muntilan Kidul, Stasiun Dangeyan, Stasiun Tegalsari, Stasiun Semen, Stasiun Tempel, Stasiun Ngebong, Stasiun Medari, Stasiun Sleman, Stasiun Pangukan, Stasiun Beran, Stasiun Mlati, Stasiun Kutu, Stasiun Kricak, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Ngabean, Stasiun Dongkelan, Stasiun Winongo, Stasiun Cepit, Stasiun Bantul, Stasiun Palbapang dan Stasiun Samas.

"Jalur Bandara Kuloprogo– Parangtritis kami targetkan selesai tahun 2036. Jalur tersebut meliputi Stasiun Bandara Kulonprogo, Stasiun Pleret, Stasiun Brosot, Stasiun Pantai Baru, Stasiun Samas dan Stasiun Parangtritis,"paparnya.

Menurutnya, jalur komuter ini ke depan diharapkan dapat memperlancar pergerakan manusia baik dari Kota Yogyakarta ke bandara dan beberapa destinasi pariwisata ataupun sebaliknya. Gagasan untuk menghidupkan rel kereta api komuter ini juga untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan.

Pemerintah DIY memang bermimpi untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi. Dimulai dari bandara baru di Kulon Progo di mana seluruh moda transportasi baik air, darat dan udara akan bertemu. Harapannya, tidak hanya arus manusia, arus barangpun akan semakin lancar.

"Beberapa stasiun pemberhentian nanti akan diinterigasikan dengan moda angkutan lain," tambahnya.(erl/adn)