Ribuan Atlet e-Sport Bersaing di Asia Pacific Predator League 2020

Sebanyak 3.350 tim e-sport dari 17 negara se-Asia Pasifik siap bersaing di ajang Asia Pacific Predator League 2020. Ribuan tim ini terbagi menjadi 2 kategori yaitu DOTA 2 dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).
Sebelum bertanding di grand final di Manila pada 22-23 Februari 2020 nanti, tim 3-sport di Indonesia terlebih dahulu melakukan kualifikasi melalui tahapan Online Qualifer sejak bulan Oktober hingga Desember 2019 nanti.
“Peserta mengalami peningkatan jauh lebih besar dan potensi tim-tim Indonesia juga meningkat tahun ini. Kami harap, pemenangnya nanti dari Indonesia,” kata Andreas Lesmana, Product Manager Gaming Acer Indonesia, Sabtu (16/11/2019).
Pada tahapan online qualifer ini, para peserta memperebutkan hadiah sebesar Rp 200.000.000. Tak ada batasan daerah untuk peserta untuk mampu mengikuti ajang internasional ini.
“Predator League ingin menjangkau talenta gamers muda Indonesia yang lebih luas, termasuk bakat-bakat terpendam yg ingin mengeksplorasi kemampuan mereka dalam berpartisipasi di turnamen kelas dunia seperti Asia Pacific Predator League 2020,” katanya.
Ia tak menutup mata bahwa selama gelaran Predator League, Indonesia telah melahirkan banyak talenta berbakat di dunia e-sport. Bahkan beberapa di antaranya berhasil mengharumkan Indonesia di kancah internasional.
“Kami bersemangat untuk segera memulai turnamen di Indonesia, mencari tim terbaik dan mengirimkan wakil di Grand Final Asia Pacific Predator League 2020 di Manila tahun depan,” ujar Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia. (adv)
