RS Mata Tertua di Jogja Ubah Konsep Ruang Rawat Inap Seperti di Rumah

Konsep ruang rawat inap di rumah sakit pada umumnya hampir sama satu dengan yang lain. Sprei yang putih, ruangan yang standar, hingga selimut putih, kerap diidentikkan dengan ruang rawat inap di rumah sakit.
Padahal, suasana ruang rawat inap memberikan andil dalam mempercepat penyembuhan pasien. Tak jarang, pasien yang menginginkan suasana ruang rawat inap seperti di rumah.
“Biasanya pasien rawat inap itukan bosen ya dengan ruangan rumah sakit yang gitu- gitu aja. Sprai putih, selimut putih. Kalau disini engga, sprai dan selimut akan kami kemas seperti kamar di rumah,” kata Ketua Umum Yayasan Prawirohusodo RS Mata Dr. YAP, GBPH H. Prabukusomo, dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/8/2020).
GBPH H. Prabukusomo menjelaskan, meski dikemas layaknya rumah sendiri namun dari segi bangunan, rumah sakit ini masih mengadopsi gaya kolonial belanda, sebagaimana bangunan aslinya. Ventilasi contohnya, jendelanya dibuat besar- besar sehingga sirkulasi udaranya begitu baik.
Sebelum direnovasi, kapasitas ruang rawat ini hanya 32 tempat tidur. Setelah direnovasi jadi 45 tempat tidur. Terdiri dari kelas satu, dua kamar tidur, kelas dua, empat tempat tidur, dan kelas tiga, 12 tempat tidur dengan masing- masing ruangan enam tempat tidur. Kemudian ada juga kamar VIP, dan VVIP. Semua fasilitas tersebut telah dilengkapi dengan free wifi.
“Prinsipnya kami melayani semampu kami dan semaksimal mungkin,” ujar PLT Direktur RS Mata Dr. YAP, Alida Lienawati.
Ia menjelaskan, saat ini rumah sakitnya tidak hanya melayani pasien umum tetapi juga pasien BPJS. Bahkan bagi mereka yang menginginkan pelayanan special tersedia layanan premium dengan akses yang lebih mudah dan cepat. Dimana pasien daapat membuat janji dengan dokter pilihannya tanpa antri.
“Layanan premium ini awalnya hanya untuk orang asing. Karena kebanyakan tenaga Kesehatan yang ada dipelayanan ini pengantarnya Bahasa inggris. Namun seiring berjalannya waktu, pasien lokal yang menginginkan pelayanan ini bisa juga dilayani,” ucapnya.
Ia mengklaim, sebagai rumah sakit mata tertua di Indonesia, peralatan yang digunakan di rumah sakit ini adalah yang terlengkap. Setidaknya ada 300 alat dengan teknologi terkini dimiliki RS Mata Dr. YAP.
