Konten Media Partner

Sandiaga Uno Apresiasi Aplikasi Mbak Dewi Karya UAJY dan UKRIM

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, saat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, saat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo. Foto: istimewa.

Pandemi corona memberikan dampak pada sektor wisata dan perekonomian. Pemerintah terus berupaya untuk membangkitkannya, salah satunya dengan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Desa wisata diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dalam kunjungannya ke Desa Wisata Tinalah, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, juga meresmikan aplikasi Mbak Dewi. Ia pun mengapresiasi dengan diluncurkannya aplikasi ini.

“Wah, ini aplikasi Mbak Dewi aplikasi yang berbasis AI ya? Bagus, ini saya sudah dengar tentang ini. Saya resmikan dengan tanda tangan. Selamat dan sukses buat Dewi Tinalah,” tegas Sandiaga Uno.

Sebagai informasi, aplikasi Mbak Dewi menjadi pioneer aplikasi desa wisata yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan di seluruh Indonesia. Teknologi kecerdasan buatan ini menciptakan fasilitas interaksi baru bagi wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata Tinalah. Aplikasi ini akan menjadi media pembelajaran alam yang aman bagi wisatawan dengan interaksi yang berjarak antar wisatawan.

Teknologi kecerdasan buatan yang digunakan dalam aplikasi ini yaitu teknologi image recognition. Melalui teknologi ini, peserta kelas alam dapat melakukan foto pada benda alam dan secara otomatis informasi mengenai benda alam yang difoto akan muncul pada aplikasi Dewi Tinalah. Teknologi akan membaca data foto benda alam (batu, burung, atau flora) tersebut, dan mengintegrasikan informasinya dengan aplikasi yang telah dibuat.

“Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam hal ini UAJY dan UKRIM untuk bekerjasama dengan Desa Wisata (Dewi) khususnya di Dewi Tinalah dalam pengembangan kelas alam berbasis digital diperlukan untuk pengembangan wisata pada saat pandemi COVID-19,” ujar Victoria Sundari Handoko selaku anggota Tim Abdimas UAJY.

Aplikasi Mbak Dewi ini merupakan produk kolaborasi pengurus Desa Wisata Tinalah dengan Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan Universitas Kristen Immanuel (UKRIM). Tim ini diketuai oleh Dr. Desideria Cempaka Wijaya Murti, MA sebagai ahli di Bidang Komunikasi Pariwisata UAJY. Anggota terdiri dari Dr. Victoria Sundari Handoko, M.Si ahli di Bidang Sosiologi Pariwisata UAJY dan Antonius Bima Murti Wijaya, MT ahli di bidang IT UKRIM.

Digitalisasi desa wisata menjadi salah satu terobosan yang mampu membangkitkan pariwisata yang terpuruk selama pandemi COVID-19, sekaligus mendukung upaya pariwisata berkelanjutan. Melihat peluang tersebut, tim abdimas UAJY dengan UKRIM ini mengembangkan digitalisasi kelas alam dengan teknologi kecerdasan buatan di Desa Wisata Tinalah.

Aplikasi Mbak Dewi dapat menghadirkan atraksi wisata baru di Desa Wisata Tinalah. Wisatawan dapat merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan sekaligus dapat belajar mengenai potensi alam dan kearifan lokal yang ada di Desa Wisata Tinalah.

Aplikasi Mbak Dewi ini diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat Desa Wisata Tinalah. Dengan hadirnya aplikasi Mbak Dewi ini, jumlah wisatawan diharapkan dapat meningkat, sehingga menambah pendapatan masyarakat Desa Wisata Tinalah. Selain itu, aplikasi Mbak Dewi ini juga diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar anak-anak di Desa Wisata Tinalah.

“Belajar bersama melalui teknologi untuk menemukan dan mengenali keunikan alam melalui brand image “Mbak Dewi” dapat menjadi sumber inovasi bersama untuk kesejahteraan penduduk desa,” ujar Galuh Fahmi, Pokdarwis Dewi Tinalah