Satgas Gugus COVID-19 Temanggung Lakukan Tracing untuk Klaster Kondangan

Terus bertambahnya warga terkonfirmasi positif corona dari klaster kondangan Kampung Coyudan, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah membuat Satgas Gugus COVID-19 Kabupaten Temanggung bergerak cepat. Lantaran, dalam dua hari terakhir jumlah warga terpapar semakin banyak dari semula 21 orang, lalu 30 orang dan saat ini mencapai 40 orang.
Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq mengatakan, upaya tracing dilakukan untuk menghentikan penyebaran atau penularan dari orang per orang di wilayah padat penduduk ini. Gerak cepat terus dilakukan, mulai penyemprotan cairan disinfektan area perkampungan di Kelurahan Parakan Wetan, upaya karantina dan penelusuran.
"Klaster kondangan itu awalnya ada 21 orang dari kondangan warga Coyudan di Cirebon, tapi kemudian terjadi transmisi lokal. Dari hasil tracing laporan terakhir kasusnya menjadi 40 orang, dari jumlah tersebut sedang kita lakukan upaya untuk karantina, yang 30 orang sudah masuk ke ruang karantina. Lainnya hari ini mau kita ajak masuk karantina lagi," katanya Jumat (2/10/2020).
Khadziq menyebut, dari hasil tracing salah satu warga positif ini ada yang berprofesi sebagai tukang masak keliling di kampung. Karena profesinya, yang bersangkutan punya mobilitas tinggi bertemu orang per orang. Oleh karena itu, sebisa mungkin semua kontak eratnya terus ditelusuri, di data dan dilakukan pengecekkan.
"Saya berharap dengan dikarantinanya 40 orang terkonfirmasi positif dari klaster kondangan ini, transmisi lokal bisa terhenti dan tidak terjadi penularan lagi di kampung tersebut. Dari 40 orang itu secara fisik baik artinya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Kondisi mereka semakin membaik, didampingi petugas medis dan para relawan, semua kebutuhan kita cukupi," katanya. (ari)
