Konten Media Partner

Sejumlah Warung di Pantai Selatan Gunungkidul Rusak Dihantam Gelombang Tinggi

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pantai selatan Gunungkidul yang dihantam gelombang tinggi. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pantai selatan Gunungkidul yang dihantam gelombang tinggi. Foto: Tugu Jogja

Dihantam gelombang tinggi, sejumlah bangunan di beberapa pantai di Gunungkidul rusak. Gelombang yang terjadi pada Jumat (30/7/2021) pukul 01.30 WIB mencapai ketinggian 4-6 meter mengakibatkan bangunan warung milik warga rusak.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena para nelayan dan pemilik warung sebelumnya telah mengevakuasi barang-barang mereka. Nelayan dan warga setempat memang telah mendapat peringatan dari BMKG terkait potensi gelombang tinggi mulai 28 Juli hingga 1 Agustus 2021.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko menyampaikan sesuai prediksi dari BMKG, gelombang di pantai selatan Gunungkidul mulai menunjukkan peningkatan sejak hari Rabu (28/7/2021). Namun peningkatan gelombang belum begitu berdampak dan bangunan-bangunan masih aman.

Tinggi gelombang yang menerjang mencapai sekitar 4 sampai 6 meter terpantau kembali terjadi sejak Jumat dinihari. Kerusakan dilaporkan terjadi di Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo. Peristiwa itu dilaporkan terjadi subuh tadi.

"Sejauh ini hanya ada 3 bangunan warung yang rusak di Pantai Jungwok. Itu karena kontur pantainya yang cenderung landai," kata Sunu.

Sementara Pantai Wediombo masih landai, dikarenakan Wediombo tersebut berupa teluk yang menghadap kebarat sehingga tidak dihantam gelombang. Sunu memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain karena aktivitas wisata sedang ditutup, warga sendiri sudah mengurangi aktivitas melaut.

"Masih akan ada gelombang tinggi. Siang nanti hingga sore menjelang malam. Dan akan terjadi lagi dini hari menjelang pagi," tambahnya.

Ketinggian gelombang laut sempat surut pada Rabu (28/07/2021) lalu. Menurutnya, peningkatan ketinggian gelombang laut selatan akan terjadi selama sepekan. Puncak ketinggian diperkirakan akan terjadi pada Minggu (01/07/2021) mendatang.

"Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan. Nelayan juga memilih libur untuk tidak melaut sejak Selasa (27/07/2021) kemarin," ungkap Marjono.

Adapun saat ini, Sunu mengatakan kondisi gelombang laut yang mendekati daratan terpantau landai. Meski demikian, gelombang di bagian tengah disebut masih tinggi. Kendati demikian, semua nelayan dan warga sepanjang pantai masih terus bersiaga.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Baron, Surisdiyanto mengungkapkan gelombang setinggi 4-6 meter kembali terjadi lagi sejak Jumat dinihari. Air bahkan sudah masuk hingga ke warung-warung yang berada di tepi pantai. Dan sejumlah bangunan di beberapa pantai mulai terdampak dan ada yang mengalami kerusakan.

"Ada bangunan warung yang jebol karena air laut masuk ke warung," ujar Suris, Jumat (30/7/2021).

Suris menuturkan bangunan yang terdampak paling banyak ada di Pantai Drini. Kontur pantai yang cukup landai membuat air banyak yang masuk ke warung-warung milik penduduk sekitar. Dan ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan meskipun hanya ringan. Pihaknya mencatat ada 4 warung di pantai Drini yang mengalami kerusakan.

"Warung Makan dan kamar mandi milik Sutris di mana Lantai gasebo dan dinding tembok jebol," tambahnya.

Kemudian Warung Makan Mbak Gin dinding triplek rusak dan lantai gazebo juga jebol. Sementara lantai gazebo di warung makan Mak Inem jebol. Sementara Pantai lain seperti Sundak, Ngandong, Somandeng semuanya aman dan terkendali tidak ada kerusakan apa pun.

Tonton video menarik dari Tugu Jogja berikut ini:

instagram embed