Seorang Pria Nekat Lakukan Pelecehan Seksual di Titik Nol KM Jogja
ยทwaktu baca 3 menit

Seorang pria asal Tegalrejo Sleman, TSN (46) diamankan oleh warga di Titik Nol kilometer Yogyakarta, Minggu (3)7/2022). Lelaki ini diamankan karena melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan peserta aksi street performance AUBADE Menyanyikan Massal Lagu-lagu Nasional Kebangsaan dan lagu Ki Hadjar Dewantara di Titik Nol KM Jogja.
Salah satu koordinator aksi AUBEDE, Laksita beserta pengacaranya melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh TSN. Ia sangat menyesalkan perilaku pelecehan seksual di muka umum tersebut.
Laksita menceritakan aksi nekat yang dilakukan lelaki tersebut di tengah-tengah massa. Ia bahkan berteriak histeris meminta pertolongan melihat aksi tersebut, namun ternyata banyak yang apatis dengan peristiwa tersebut.
"Saya heran, tidak ada yang menolong. Justru suami saya yang datang menolong," kata dia, Minggu malam usai membuat laporan.
Laksita mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika mereka melakukan aksi dalam rangka #TamansiswaMemanggil dalam rangka 100 Tahun Tamansiswa. Sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan perempuan dan laki-laki mulai berkumpul di titik 0 kilometer.
Salah satu di antaranya terlihat lelaki berperawakan tinggi besar mengenakan kaus merah dan berkacamata. Dia menyeruak di tengah peserta perempuan dan terlihat mencablek peserta, salah satunya adalah perempuan berinisial T.
Saat itu T dicablek oleh lelaki tersebut tetapi dia sadar dan langsung pergi menghindar. Kemudian pelaku pindah ke Mbak R dan langsung mencablek R. Saat dicablek itu, R terlihat linglung dan nampak pasrah
"Mungkin saking kagetnya atau apa, Mbak R itu seperti linglung," terangnya.
Kemudian seperti tersadar, R pasrah ketika rambutnya dibelai-belai sambil dipeluk-peluk oleh pelaku. Tak hanya itu, pelaku bahkan nekat memegang-megang payudara R dan menggesekkan kemaluannya ke pantat R.
Laksita yang saat itu berdiri di belakang aksi tidak senonoh tersebut kaget dan merasa tersinggung. Awalnya ia tidak begitu menggubrisnya karena berpikir pelaku adalah suami dari R.
Namun ia sempat curiga karena melakukan aksi tidak senonoh di tengah kerumunan massa. Ia mengaku melihat lelaki tersebut semakin nekat karena sempat hendak membuka BH dan menggoyang-goyangkan kemaluannya di pantat R. Korban syok dan diam saja mendapat perlakuan tersebut.
"Saya teriak meminta tolong dan anehnya ketika ada teriakan tersebut, pelaku pura-pura ambruk dan terlihat seperti pingsan," tambahnya.
Yang membuat dirinya heran, jika memang pingsan namun justru lari ketika Laksita berteriak ini penjahat seksual. Laksita kemudian berteriak meminta tolong, namun tidak ada pengunjung Malioboro yang menggubrisnya. Justru suaminyalah yang langsung datang dan memburu pelaku.
"Ketika hendak menangkap, suami saya langsung dipukul. Dan ada petugas keamanan juga berusaha menangkapnya, juga dipukul. Setelah itu baru ada petugas keamanan lain yang bersama-sama melakukan penangkapan," tambahnya.
Setelah berhasil diamankan, mereka langsung melakukan interogasi bersama. Pelaku enggan mengakui aksi senonoh tersebut, dia berkelit saat itu pingsan karena menderita epilepsi. Pelaku sempat menunjukkan kartu penderita epilepsi kepada massa yang mengamankannya.
Dari KTP yang dibawa pelaku, dia adalah TSN (46) warga Tegalrejo Sleman. Karena jengah, Laksita kemudian menghubungi pengacaranya dan Minggu malam melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Yogyakarta. Senin ini rencananya akan ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
