Seorang Warga Gunungkidul Disabet Celurit
·waktu baca 3 menit

Aksi pembacokan terhadap pengguna jalan terjadi di wilayah Kapanewon Purwosari Kabupaten Gunungkidul Minggu (2/4/2023) dini hari kemarin. Aksi tersebut menimpa warga Padukuhan Ngoro-ngoro Kalurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari Kabupaten Gunungkidul yang bernama Tri Haryanto (29).
Saat ditemui di rumahnya, Tri Haryanto mengaku menjadi korban pembacokan pada Minggu (02/04/2023) dini hari di Padukuhan Klepu, kalurahan setempat. Dia mendapat serangan senjata di bagian belakang lehernya sehingga banyak mengeluarkan darah.
Tri menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. saat itu ia hendak pulang ke rumah usai bekerja di salah satu bengkel di wilayah Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Dia melaju melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Purwosari.
Saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario melaju dari arah barat (Kretek) ke timur (Giriasih) hendak pulang ke rumahnya. Saat itu ia pulang barengan sama temannya bernama Budi, yang juga sama-sama mengendarai sepeda motor Honda Vario.
"Saya pulang bareng Mas Budi dari Bantul. Tapi depan belakang ada jarak cukup jauh. Saya melaju dengan kecepatan sedang itu posisinya berada di depan Budi," terang dia, Senin (5/4/2023).
Sesampai di jalan Padukuhan Trasih RT 03, Giriasih tiba-tiba datang sepeda motor datang dari lawan arah. Dan keduanya nyaris senggolan. Saat itu korban hendak bersenggolan dengan sebuah sepeda motor Yamaha Vega, yang dikendarai oleh seorang lelaki.
Tri mengaku kaget karena pemotor dari arah timur tersebut, melaju agak memakan lajur yang dilalui Tri. Beruntung dia berhasil menghindari sepeda motor tersebut sehingga beruntung tidak terjadi tabrakan.
"Saya curiga kok larinya kayak dikejar setan," ujar dia.
Tri lantas putar balik diikuti oleh rekannya bernama Budi. Keduanya langsung mengejar pria yang berkendara tanpa helm tersebut. Kejar-kejaran sempat terjadi beberapa kilometer dari arah mereka berpapasan sebelumnya.
Keduanya baru berhasi menyusul pengendara sepeda motor tersebut di jalan Padukuhan Klepu, Kalurahan Giriasih. keduanya kemudian berusaha menghentikannya. Interograsipun dilakukan oleh keduanya terhadap pelaku.
"Dia bukan orang sini wong Ndak bisa berbahasa Jawa," ujar dia.
Namun bukannya dijawab, pelaku justru tancap gas hendak kabur. Tri pun memegangi motor pelaku dan segera mengambil kunci sepeda motor. Dan tanpa diduga pelaku langsung mengeluarkan sebilah senjata tajam dari punggung balik kaosnya lantas menyabet korban mengenai leher bagian belakang.
Karena kaget dan kesakitan, dia kemudian lari sembari teriak-teriak Maling. Pelaku kemudian berusaha kabur dengan sepeda motornya, namun Budi berhasil menendangnya sebelum pelaku kabur.
"Kayake celurit. Saya delapan jahitan," terang dia.
Sementara warga yang mendengar teriakan korban, langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Pelaku langsung ketakutan terus berusaha melarikan diri. Pelaku baru berhasil diamankan di wilayah ladang Gowak Kalurahan Seloharjo Kapanewon Pundong Bantul.
