Konten Media Partner

Start-up Lokal "Indekost" Beri Kemudahan Bagi Pencari dan Pemilik Kos-kosan

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Start-up Lokal "Indekost" Beri Kemudahan Bagi Pencari dan Pemilik Kos-kosan
zoom-in-whitePerbesar

Saat ini teknologi telah menjadi perhatian khusus bagi insan yang bergelut didunia start-up. Pasalnya, dengan teknologi dapat memudahkan siapa saja untuk mengakses sesuatu tanpa melakukan hal yang dianggap merepotkan.

Seperti start-up lokal ini, Indekost, hadir dan lahir di Kota Yogyakarta. Sebuah aplikasi yang menawarkan penggunanya untuk menemukan kos-kosan yang diinginkan. Sebab, mencari dan menemukan kos-kosan bukanlah perkara yang mudah, terutama di Yogyakarta yang setiap tahunnya puluhan ribu mahasiswa dipadati mahasiswa.

Diantara problematika tersebut diantaranya sulitnya menemukan kos yang diinginkan. Ketika telah menemukan, perkara kembali hadir seperti dalam transaksi dan pembayaran yang biasa keburu terpakai, hilang atau tidak tersampaikan kepada pemiliknya.

Berangkat dari realitas tersebut, Diaz Kaslina bersama rekan-rekannya menawarkan sebuah terobosan baru untuk sistem pencarian dan pembayaran hunian kos dengan membuat aplikasi Indekos.

"Indekost hadir untuk menawarkan suatu terobosan baru dengan mempermudah pemesanan dan pembayaran sekaligus pemasaran kos bagi pemilik kos," kata Chief Executive Officer Indekost, Diaz Kaslina saat menggelar media gathering di Angkringan Saridele, Yogyakarta, Kamis (26/07/2018).

Diaz menerangkan, Indekost hadir menawarkan sistem pencarian dan pembayaran hunian sewa untuk kos. Pencatatan transaksi yang mulanya secara manual kini bisa dilakukan dengan genggaman gadget bagi pencari dan pemilik hunian.

"Untuk pembayaran kami menyediakan cashless, dapat melalui m-banking, ATM, bahkan e-Wallet," terangnya.

Bagi pemilik kos, lanjut Diaz, sedianya ingin melipatgandakan nilai properti sekaligus menjaring pundi-pundi rupiah dari sewa kamar akan terkendala dengan tidak terjualnya beberapa kamar karena sulitnya jangkauan informasi.

"Coba bayangkan jika pemilik kos memiliki 20 kamar dengan harga Rp. 1,5 juta per bulan, jika tidak dilaporkan 2 kamar saja maka pemilik kos dalam setahun akan kehilangan omzet 36 juta," paparnya.

Ia mengungkapkan, tim Indekost berasal dari alumni-alumni universitaa didalam negeri yang telah merantau keluar daerah sehingga mengerti dan memahami seluk beluk permasalahan anak-anak kos.

"Kami merintis Indekost karena kami faham dan mengerti, bagaimana susahnya kehidupan anak-anak kos untuk mengontrol keuangan," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan banyak diskon-diskon bagi anak kos dengan periode-periode tertentu. Sehingga, lanjut Diaz, anak kos bisa menghemat uang pemberian orang tua dan gaji bagi mereka yang telah bekerja.

Aplikasi Indekost sendiri bisa langsung diinstal melalui Playstore (Android) dan Apsstore (iOS). Untuk saat ini, aplikasi tersebut dipergunakan dan diperuntukkan di Kota Yogyakarta.

"Kedepan kami akan merambah ke kota-kota besar lainnya, Jakarta, Bali dan lainnya," tutur wanita yang pernah merambah dunia presenter dibeberapa TV Nasional itu. (Nadhir Attamimi)